Isu Rekrutmen Bayar 7 Juta, Warga 3 Desa Bojong Desak Pabrik Sepatu PT HAI Transparan

Isu Rekrutmen Bayar 7 Juta, Warga 3 Desa Bojong Desak Pabrik Sepatu PT HAI Transparan
HADI WALUYO BERI KETERANGAN - Perwakilan warga beri keterangan kepada wartawan usai audiensi dengan manajemen PT HAI di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jumat (24/4/2026).
0 Komentar

“Pada prinsipnya, kami hanya berdiskusi dan menjelaskan proses rekrutmen dari awal hingga diterima. Semua yang dipanggil berdasarkan kebutuhan perusahaan. Untuk tiga desa tersebut memang menjadi prioritas,” papar Herlina.

Terkait lulusan SMP, Herlina menjelaskan bahwa peluang kerja telah difasilitasi lewat vendor penyedia tenaga kerja di bidang pertamanan serta proyek konstruksi pabrik.

Lebih lanjut, ia membantah keras adanya kebijakan rekrutmen berbayar dari manajemen PT HAI. Praktik kotor tersebut dipastikan merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:Tangis Haru Pecah di Batang, Jenazah ART Remaja yang Tewas Tragis di Jakarta Tiba di Kampung HalamanTunggu Juknis Pusat, PPPK Kendal Segera Diterjunkan Perkuat Koperasi Merah Putih

“Dari perusahaan tidak ada biaya apa pun. Semua gratis, sudah kami sampaikan juga melalui spanduk dan koordinasi dengan Disnaker. Kalau ada oknum, itu sudah kami proses dan laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Sebagai informasi, pabrik PT HAI saat ini baru menyerap sekitar 5.000 karyawan. Angka ini diproyeksikan akan terus melonjak seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan pesanan pasar, dengan target serapan mencapai 20.000 hingga 25.000 tenaga kerja.

Audiensi tersebut akhirnya membuahkan kesepakatan tertulis di atas meterai, di mana perusahaan berkomitmen untuk memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja, khususnya laki-laki, dari tiga desa penyangga tersebut ke depannya. (had)

0 Komentar