Tangis Haru Pecah di Batang, Jenazah ART Remaja yang Tewas Tragis di Jakarta Tiba di Kampung Halaman

Tangis Haru Pecah di Batang, Jenazah ART Remaja yang Tewas Tragis di Jakarta Tiba di Kampung Halaman
M. DHIA THUFAIL SIAP DIMAKAMKAN - Jenazah Diva Maelisa, ART asal Reban Batang yang tewas di Jakarta saat proses pemberangkatan ke pemakaman, Minggu (26/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Suasana duka mendalam menyelimuti Dukuh Gerjo, Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Jenazah Diva Maelisa (15 tahun), remaja yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan tewas tragis di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, akhirnya tiba di kampung halamannya pada Ahad siang, 26 April 2026.

Kedatangan ambulans pembawa jenazah pada pukul 12.26 WIB langsung memecah keheningan desa. Tangis keluarga dan kerabat pecah seketika saat peti jenazah berwarna putih diturunkan. Ratusan warga yang telah menunggu sejak pagi bahu-membahu menandu jenazah menuju rumah duka.

Setelah disemayamkan sejenak, jenazah dibawa ke masjid desa untuk disalatkan. Prosesi pemakaman kemudian dilangsungkan dengan khidmat di tempat pemakaman umum (TPU) yang berjarak sekitar 200 meter dari kediaman keluarga. Diva meninggalkan duka mendalam bagi kedua orang tuanya, Raudin dan Tutur Umayah. Korban diketahui baru hitungan hari bekerja di Jakarta sebelum maut menjemput.

Baca Juga:Tunggu Juknis Pusat, PPPK Kendal Segera Diterjunkan Perkuat Koperasi Merah PutihSiaga Penuh! Polres Pekalongan Gelar TFG & Sispamkota Antisipasi Demo May Day Berujung Rusuh

Tuntutan Keadilan dan Alasan Ekonomi

Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, yang turut mendampingi prosesi pemulangan jenazah, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas insiden maut tersebut.

“Kami berharap penyebab kematian korban bisa diungkap secara jelas. Keluarga merasa ada kejanggalan dan ingin keadilan,” ucap Siam.

Siam menuturkan, Diva merupakan sosok pendiam yang rajin membantu keluarga. Himpitan ekonomi memaksa anak pertama dari dua bersaudara itu untuk bekerja di usia belia. Orang tua Diva sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan serabutan sebagai buruh tani dan pekerja bangunan.

“Karena kondisi ekonomi, korban memilih bekerja. Harapannya bisa membantu kebutuhan keluarga,” kata Siam menjelaskan.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa Ngroto, Suswandi, menyebut Diva sebagai sosok yang ramah. Sebelum merantau, Diva sempat menimba ilmu di pondok pesantren. Keputusannya berangkat ke ibu kota didorong oleh keinginan kuat untuk meringankan beban orang tua. “Motivasinya ekonomi, tapi juga ingin mandiri seperti teman-temannya,” ujarnya.

Polisi Selidiki Dugaan Tekanan Pekerjaan

Insiden tragis ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian di Jakarta. Diva sebelumnya dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai empat sebuah rumah indekos. Dalam peristiwa tersebut, satu orang lainnya dilaporkan selamat meski menderita luka berat dan harus menjalani perawatan intensif.

0 Komentar