RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day, jajaran kepolisian di Kabupaten Pekalongan tak mau kecolongan! Guna mengantisipasi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berpotensi memicu kerusuhan, Polres Pekalongan langsung tancap gas menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Aula Setia Polres Pekalongan, Selasa (21/4/2026) sore.
Langkah antisipasi super ketat ini tak main-main! Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah figur penting lintas instansi. Mulai dari Plt Bupati Pekalongan Sukirman, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, perwakilan Kodim 0710 Pekalongan, Danyon B Sat Brimob Polda Jateng, hingga dinas terkait seperti Satpol PP, Kesbangpol, Dishub, dan BPBD Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf blak-blakan menyebut bahwa TFG adalah amunisi penting untuk memetakan segala potensi kerawanan ke depan. Meski saat ini situasi Kabupaten Pekalongan terpantau aman terkendali, kesiagaan penuh wajib hukumnya!
Baca Juga:Usut Video Asusila Viral di Batang, Polisi Bidik Unsur Kesengajaan dan Jual Beli KontenKasus Bondo Deso Nolokerto Memanas, Ratusan Warga Demo Pemkab Kendal Desak Pencopotan Kades
“Alhamdulillah, kondisi kamtibmas masih terjaga. Aktivitas masyarakat berjalan normal, dan meskipun ada isu nasional seperti kenaikan BBM non subsidi, tidak menimbulkan gejolak di Kabupaten Pekalongan,” ujar AKBP Rachmad menegaskan.Meski begitu, Kapolres tetap menyoroti maraknya isu liar di media sosial yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Pihaknya optimis, roda pemerintahan akan tetap berjalan mulus di bawah komando Plt Bupati.
Warning Keras Jelang May Day: Jangan Ada Penyusup!
Jelang aksi May Day, Kapolres memberikan warning keras kepada seluruh elemen agar waspada terhadap oknum-oknum tak bertanggung jawab yang berniat menunggangi aksi buruh. Ia menegaskan, jangan sampai insiden kelam kembali terulang di wilayahnya!
“Kami berharap tidak ada pihak yang menyusupi kegiatan May Day. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah kondusif ini, jangan sampai terulang seperti kejadian pada Agustus tahun lalu,” peringatnya dengan nada tajam.Bukan sekadar taktik di atas kertas, Polres Pekalongan juga bakal menerjunkan personelnya ke lapangan lewat simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) berskala besar pada Kamis (23/4/2026) dengan melibatkan elemen masyarakat. Di saat bersamaan, koordinasi intens dengan serikat buruh lewat Dinas Tenaga Kerja juga sudah dikebut untuk meredam potensi aksi unjuk rasa.
