Kreatif! SMP Islam Pekalongan Kemas Ujian Praktik 3 Mapel Lewat Drama Sejarah Jejak Nusantara

Kreatif! SMP Islam Pekalongan Kemas Ujian Praktik 3 Mapel Lewat Drama Sejarah Jejak Nusantara
BERFOTO - Para siswa kelas IX berfoto bersama usai melakukan pementasan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – SMP Islam Pekalongan menciptakan terobosan segar dalam dunia pendidikan dengan menggelar ujian praktik kolaboratif yang dikemas melalui pementasan seni drama. Mengusung lakon bertajuk “Jejak Nusantara: Dari Tahta hingga Merdeka”, ujian terpadu ini sukses mengintegrasikan tiga mata pelajaran (mapel) sekaligus, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya.

Pementasan edukatif yang mengambil tempat di lapangan basket sekolah ini melibatkan 12 kelompok dari enam kelas IX. Setiap kelompok yang berisi 10 hingga 11 siswa ditantang untuk menampilkan interpretasi sejarah perjalanan bangsa, mulai dari era keemasan kerajaan Nusantara hingga masa heroik perebutan kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui metode ini, para peserta didik tidak hanya dievaluasi dalam hal penguasaan literatur sejarah (IPS). Mereka juga dinilai kecakapannya dalam menyusun naskah yang komunikatif (Bahasa Indonesia) serta kepiawaian berekspresi dan berakting di atas panggung (Seni Budaya).

Baca Juga:Resmi Purnatugas! Wali Kota Pekalongan Serahkan SK Pensiun 21 PNS Termasuk 2 Pejabat Eselon IIKrisis Regenerasi, Batik Rifa'iyah Batang Dituntut Inovasi Bikin Produk Harga Terjangkau

Kepala SMP Islam Pekalongan, Dimyati, menuturkan bahwa inovasi pembelajaran tersebut dirancang khusus untuk mengukur sekaligus mengembangkan potensi akademik dan kreativitas siswa secara komprehensif.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyelenggarakan pementasan drama sebagai bentuk kolaborasi ujian praktik antara mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya. Seluruh siswa kelas IX terlibat, terdiri dari 6 kelas dengan total 12 kelompok, dan kegiatan berlangsung selama dua hari,” kata Dimyati saat meninjau langsung jalannya kegiatan.

Bangun Karakter dan Kerja Sama Tim

Suasana di area sekolah terpantau sangat semarak. Para siswa yang sedang menunggu giliran tampil tampak antusias memberikan dukungan moral kepada rekan-rekannya yang tengah beraksi di panggung, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat.

Dimyati menilai, selain menjadi ajang adu kreativitas seni, kegiatan kolaboratif ini terbukti efektif menjadi wadah pembentukan karakter esensial siswa. Praktik drama menuntut kedisiplinan tinggi, tanggung jawab peran, dan soliditas kerja sama tim. Ia pun mengapresiasi tingginya semangat peserta didik yang mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan tertib hingga tuntas.

“Alhamdulillah, antusias siswa sangat luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai dan saling mendukung satu sama lain. Harapannya, siswa dapat mengekspresikan kreativitas, menciptakan karya baru, serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin dalam menyelesaikan tugas,” ujarnya memaparkan.

0 Komentar