Siaga Aksi May Day 2026, Polres Kendal Terjunkan 550 Personel Gabungan Amankan Objek Vital

Siaga Aksi May Day 2026, Polres Kendal Terjunkan 550 Personel Gabungan Amankan Objek Vital
ABDUL GHOFUR KESIAPSIAGAAN - Simulasi pengamanan unjuk rasa digelar aparat kepolisian dengan melibatkan massa aksi sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi demonstrasi, guna memastikan situasi tetap kondusif dan terkendali.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kepolisian Resor (Polres) Kendal mengambil langkah antisipatif guna menghadapi potensi lonjakan massa pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kepolisian menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa yang melibatkan 550 personel gabungan pada Rabu, 29 April 2026.

Simulasi pengamanan tersebut mencakup berbagai skenario berlapis, mulai dari pengawalan aksi damai hingga taktik pengendalian massa jika terjadi kericuhan. Kepala Polres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, menegaskan bahwa aparat akan bekerja maksimal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami memberikan pelayanan terbaik, humanis, dan terukur agar penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib,” ujar Hendry.

Baca Juga:Peringati May Day 2026, Buruh Kendal Siapkan Aksi Tuntut Hapus Outsourcing dan UMSK 2027Waspada Maling! Polres Pekalongan Tingkatkan Patroli Malam di Titik Rawan Kriminalitas

Hendry mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi dari sejumlah serikat buruh. Laporan tersebut langsung direspons melalui rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.

“Siang ini kami bahas perencanaan pengamanan secara menyeluruh,” tuturnya menegaskan.

Fokus Amankan Objek Vital

Sebanyak 550 personel gabungan yang diterjunkan terdiri atas unsur Polres Kendal, Komando Distrik Militer (Kodim) 0715/Kendal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal.

Dalam strategi pengamanannya, aparat telah memetakan sejumlah objek vital yang berpotensi menjadi titik kumpul maupun sasaran aksi massa. Objek vital tersebut meliputi kantor kejaksaan, pengadilan, gedung DPRD, hingga lembaga pemasyarakatan (lapas).

Di sisi lain, Polres Kendal juga proaktif membuka saluran komunikasi dengan perwakilan serikat pekerja. Langkah dialogis ini bertujuan untuk mendata estimasi jumlah massa, rute konvoi, dan pola aksi guna menekan potensi gesekan di lapangan.

Pendekatan Persuasif Pemerintah Daerah

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memastikan bahwa pemerintah daerah mendukung kebebasan berekspresi. Ia menginstruksikan agar seluruh aparat mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya aksi.

“Kami ingin seluruh rangkaian May Day berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati hak buruh menyampaikan aspirasi,” kata Dyah.

Berdasarkan intelijen awal, aksi unjuk rasa May Day di Kendal diproyeksikan akan diikuti oleh ratusan buruh yang melakukan konvoi menggunakan sekitar 400 unit sepeda motor. Sebagai catatan, populasi buruh di Kabupaten Kendal saat ini mencapai sekitar 200 ribu orang yang tersebar di berbagai kawasan industri. (fur)

0 Komentar