Harga Kacang Hijau di Kendal Stabil Rp 20 Ribu Saat Panen Raya, Petani Raup Untung

Harga Kacang Hijau di Kendal Stabil Rp 20 Ribu Saat Panen Raya, Petani Raup Untung
ABDUL GHOFUR PANEN - Buruh petik kacang hijau di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, pada Minggu (3/5/2026), tengah menjalani masa panen kedua dengan upah sebesar Rp65 ribu untuk setengah hari kerja.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Masa panen raya komoditas kacang hijau di Kabupaten Kendal pada tahun ini membawa angin segar bagi para petani. Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga pasar, nilai jual kacang hijau di tingkat petani terpantau stabil dan mencatatkan margin keuntungan yang menjanjikan.

Meski harga di fase akhir panen sempat terkoreksi turun dari Rp 23 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram, level tersebut dinilai masih sangat aman. Nominal ini jauh melampaui harga pada musim tanam sebelumnya yang sempat terpuruk di angka Rp 15 ribu per kilogram.

Sutari, 79 tahun, salah seorang petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, mengungkapkan bahwa capaian produksi tahun ini cukup menggembirakan. Dari lahan seluas seperempat hektare miliknya, ia mampu memanen hingga 7 kuintal kacang hijau dalam dua kali masa pemetikan.

Baca Juga:Aksi May Day 2026 Pekalongan Pecah! Buruh Teriakkan 3 Tuntutan Ngeri, Minta Outsourcing DihapusFakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun Misterius

“Setelah dikurangi biaya olah lahan, bibit, perawatan, obat, tenaga panen, dan biaya lainnya, totalnya sekitar Rp 7 jutaan,” ujar Sutari memberikan perincian biaya produksi, Ahad, 3 Mei 2026.

Ia menaruh asa agar stabilitas harga ini dapat bertahan hingga akhir musim, sehingga keuntungan bersih para petani bisa maksimal.

Pasokan Terbatas Jaga Stabilitas Harga

Bertahannya harga kacang hijau di Kendal tidak terlepas dari faktor keterbatasan pasokan (suplai) di lapangan. Pada musim tanam kali ini, tercatat hanya sekitar 40 persen petani setempat yang membudidayakan kacang hijau.

Mayoritas petani memilih beralih menanam komoditas bawang merah. Namun, kualitas panen bawang merah pada musim ini dilaporkan kurang optimal, sehingga tidak memberikan tekanan berarti terhadap pamor dan harga kacang hijau di pasaran.

Bagi komunitas petani di Desa Kebonagung dan wilayah sekitarnya, seperti Ngampel Kulon, Sumbersari, hingga Karangmulyo, kacang hijau telah menjadi komoditas sela yang strategis. Tanaman ini lazim dibudidayakan sebagai pengisi jeda waktu sebelum memasuki musim tanam tembakau. Praktik polikultur ini dinilai efektif untuk mengembalikan kesuburan tanah sekaligus mendatangkan pemasukan transisi.

Sementara itu, perputaran ekonomi komoditas ini di tingkat lokal juga tergolong sehat. Kumaidi, seorang pengepul atau bakul kacang hijau setempat, mengaku sanggup menyerap hasil panen dari para petani hingga nyaris satu ton per hari semenjak panen perdana bergulir. Tingginya daya serap pasar ini menjadi sinyal positif keberlangsungan usaha tani kacang hijau di Kabupaten Kendal. (fur)

0 Komentar