RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Aksi kejahatan berdarah dingin bikin geger warga Kota Pekalongan! Sebuah toko kelontong di Jalan Maninjau, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, disatroni maling yang tak segan melakukan kekerasan fisik terhadap korbannya pada Kamis (30/4/2026) malam.
Nahasnya, korban dari aksi keji ini adalah Jamilah (57), seorang perempuan paruh baya berstatus janda yang tinggal sebatang kara. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan; tak sadarkan diri dan penuh luka di dalam rumah yang juga ia jadikan tempat mengais rezeki.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya insiden mengerikan tersebut. Menurut dugaan awal kepolisian, tragedi berdarah ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat keadaan toko sedang sepi dan korban sendirian.
Baca Juga:Aksi May Day 2026 Pekalongan Pecah! Buruh Teriakkan 3 Tuntutan Ngeri, Minta Outsourcing DihapusFakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun Misterius
“Korban merupakan seorang janda yang tinggal sendiri. Berdasarkan keterangan awal saksi, diduga terjadi pencurian disertai kekerasan dengan sasaran toko milik korban,” ungkap AKBP Riki Yariandi saat ditemui di sela-sela giat pengamanan Hari Buruh di Monumen Joeang, Jumat (1/5/2026).
Ditemukan Terikat dengan Wajah Babak Belur!
Kondisi Jamilah saat pertama kali ditemukan sungguh bikin syok. Pihak kerabat yang pertama kali memergoki kejadian ini mendapati korban dalam kondisi tak berdaya dengan tangan terikat di dalam kamar.
Tak cuma itu, pelaku diduga tega menyiksa wanita malang tersebut. Tampak luka lebam parah menghiasi wajah Jamilah, terutama di area kedua kelopak matanya.
“Korban mengalami luka lebam di area mata, kemungkinan akibat dipukul atau dianiaya. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi belum sadar, sehingga belum bisa dimintai keterangan,” beber perwira melati dua tersebut.
Aneh, Dua HP di Laci Tak Dibawa Kabur
Meski polisi telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), nominal pasti kerugian korban masih menjadi misteri. Dugaan kuat mengarah pada hilangnya sejumlah uang tunai hasil jualan. Namun yang bikin ganjil, pelaku rupanya tak menggasak barang berharga lain. Dua unit ponsel yang tersimpan di dalam laci dipastikan aman tak tersentuh!
“Kerugian masih dalam pendalaman karena barang lain seperti HP masih ada di lokasi,” imbuh AKBP Riki.
