RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pangkalan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Wangandowo, Kwartir Ranting Bojong, Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kepramukaan tingkat Siaga yang secara rutin diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 10.00 WIB, halaman sekolah tersebut kembali menjadi arena bagi puluhan tunas muda. Para siswa melaksanakan upacara pembukaan latihan Pramuka Siaga dengan membentuk formasi barisan melingkar. Formasi ini tidak hanya menjadi ciri khas pramuka tingkat Siaga, tetapi juga menyimbolkan nilai kehangatan dan kesetaraan antaranggota.
Bunda Umi, selaku Pembina Upacara, menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan di sekolah bukan sekadar rutinitas pemenuhan kurikulum, melainkan instrumen penting untuk memupuk kedisiplinan sejak usia dini.
Baca Juga:Edarkan Ratusan Pil Psikotropika, Pria Asal Ringinarum Kendal Dibekuk Polisi di RumahnyaWaspada! Dinkes Pekalongan Temukan 3 Kasus Campak-Rubella pada Anak, Imunisasi Kejar Langsung Dikebut
“Upacara adalah laboratorium kepemimpinan bagi anak-anak. Di sini mereka belajar menghormati simbol negara, mengikuti aturan dengan tertib, dan bagi petugas, mereka belajar memimpin rekan-rekannya,” ujar Bunda Umi memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Menanamkan Kesetaraan dan Nilai Dwi Darma
Melalui program ini, siswa memperoleh beragam manfaat strategis bagi tumbuh kembangnya. Secara sosial, metode lingkaran mengajarkan bahwa setiap individu memiliki kedudukan yang setara. Secara moral, pembacaan dan penghayatan Dwi Darma menjadi janji suci bagi peserta didik untuk senantiasa berbakti kepada orang tua serta menjadi pribadi yang tangguh.
Selain pembentukan karakter, metode latihan juga dirancang agar tidak membosankan. Pendekatan edukasi disisipi dengan berbagai permainan interaktif yang berfungsi menjaga kebugaran fisik sekaligus merawat kesehatan mental siswa di tengah rutinitas akademik.
Prosesi upacara pada hari itu berjalan khidmat dan tertib. Rangkaian acara dimulai dengan penunjukan Barung tergiat sebagai petugas kehormatan. Selanjutnya, Sulung (Pemimpin Barung Utama) bertugas menjemput Pembina dan memimpin prosesi pengibaran bendera Merah Putih, disusul dengan pembacaan teks Pancasila yang ditirukan secara serentak oleh seluruh peserta.
Usai upacara pembukaan, peserta didik tidak lantas dibubarkan. Bersama para pembina yang akrab disapa Pak Cik dan Bu Cik, mereka melanjutkan sesi pendalaman materi teknik kepramukaan (scouting skills) yang telah disesuaikan dengan kurikulum Pramuka Siaga.
