RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga Kota Pekalongan diimbau untuk lebih waspada! Pasalnya, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) baru saja mengonfirmasi adanya tiga temuan kasus penyakit campak dan rubella hingga akhir April 2026.
Dari total 41 kasus suspek yang telah dicek melalui uji laboratorium, dua pasien dinyatakan positif terjangkit campak, sementara satu kasus lainnya terkonfirmasi rubella. Mirisnya, seluruh kasus tersebut menyerang kelompok usia anak-anak. Menanggapi temuan ini, Pemkot Pekalongan pun langsung tancap gas meningkatkan langkah pencegahan!
Meski terdengar mengkhawatirkan, Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, membawa kabar baik. Ia memastikan bahwa ketiga pasien cilik tersebut telah mendapatkan penanganan medis yang maksimal.
Baca Juga:Sanksi ASN Karanganyar Pekalongan Jadi Calo Outsourcing: Turun Pangkat, Uang Korban Belum KembaliBedah 200 Rumah Tak Layak Huni, Pemkot Pekalongan Mulai Program BSPS Tahap I 2026
“Kasus yang terkonfirmasi sudah ditangani dan dirawat di rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah sembuh,” ungkap Samsiyah memberikan kepastian kepada warga.
Tracing Kilat dan Kebut Imunisasi Kejar!
Meski pasien sudah dinyatakan sembuh, Dinkes Kota Pekalongan tak mau lengah sedikit pun. Upaya penelusuran (tracing) kilat langsung diterjunkan demi mencegah wabah ini menyebar luas di tengah masyarakat. Setiap temuan kasus langsung dikoordinasikan ke puskesmas setempat agar petugas bisa turun gunung melakukan pendataan ketat di lingkungan tempat tinggal pasien.
Target utamanya adalah melacak bayi dan anak-anak yang riwayat imunisasinya bolong alias belum lengkap. Mereka inilah yang bakal langsung disasar untuk digenjot lewat program ‘Imunisasi Kejar’.
“Puskesmas akan mendata anak-anak di sekitar lokasi kasus, lalu dicek status imunisasinya. Jika belum lengkap, langsung dilakukan imunisasi Kejar,” beber Samsiyah memaparkan taktik cepat tanggap Dinkes.
Menurutnya, imunisasi kejar ini adalah senjata pamungkas untuk menutup celah dan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga anak-anak yang rentan tidak mudah tertular penyakit mematikan.
Tak cuma itu, Dinkes juga terus mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai tameng deteksi dini untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus di tempat lain.
Samsiyah pun mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat untuk terus proaktif menjaga kesehatan buah hatinya dan lingkungan sekitar.
Baca Juga:Warning Keras! DPRD Pekalongan Beri Catatan Strategis LKPJ 2025, Sentil Kemiskinan hingga StuntingKejar Opini WTP ke-12, Pemkot Pekalongan Berkejaran Penuhi Catatan BPK Imbas Berkas Terbakar
“Kami mengajak masyarakat untuk saling melindungi, agar tidak tertular maupun menularkan penyakit. Anak-anak harus tumbuh sehat agar kelak dapat berkontribusi dalam pembangunan,” pesannya.Lewat gerak cepat imunisasi kejar dan penguatan deteksi dini ini, Pemkot Pekalongan menaruh harapan besar agar rantai penyebaran campak dan rubella bisa langsung diputus dan tidak sampai meledak menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)! (way)
