RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menargetkan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Jika berhasil, ini akan menjadi raihan WTP ke-12 bagi Pemkot Pekalongan, meski saat ini penyusunan laporan tersebut masih diwarnai sejumlah catatan administratif.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyatakan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025 telah resmi diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan. Namun, ia tak menampik adanya kendala dalam pemenuhan permintaan data dari BPK.
Kendala tersebut, kata Afzan, bermula dari insiden kebakaran gedung pemerintahan beberapa waktu lalu yang menghanguskan sejumlah dokumen penting, sehingga beberapa data historis tidak dapat dilampirkan secara utuh.
Baca Juga:Aksi May Day 2026 Pekalongan Pecah! Buruh Teriakkan 3 Tuntutan Ngeri, Minta Outsourcing DihapusFakta Baru Video Asusila Viral di Batang, Pemeran Pria Tergiur Cuan Rp 220 Juta dari Akun Misterius
“Alhamdulillah LKPJ sudah diterima DPRD walaupun saat ini masih ada problem dengan BPK, terutama karena ada data yang tidak bisa kita lengkapi karena imbas gedung yang terbakar,” ujar Afzan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Pekalongan.
Kekurangan Laporan Ditekan Drastis
Kendati dihadapkan pada situasi force majeure (kejadian luar biasa), Pemkot Pekalongan terus melakukan berbagai upaya pemulihan dan pelacakan data. Hasilnya cukup signifikan. Afzan mengklaim, nilai dokumen pertanggungjawaban yang belum terpenuhi berhasil ditekan secara drastis.
Dari total kekurangan kelengkapan laporan yang sebelumnya menyentuh angka Rp 8 miliar, kini hanya menyisakan sekitar Rp 300 juta.
“Alhamdulillah dari yang sebelumnya ada kekurangan Rp 8 miliar yang belum dipenuhi, saat ini hanya tersisa sekitar Rp 300 jutaan dan itu mungkin masih bisa dimaklumi karena adanya kejadian luar biasa. Mudah-mudahan target kita bisa tetap tercapai, yaitu meraih WTP yang ke-12 meskipun ada catatan-catatan,” tutur Afzan menegaskan optimismenya.
Sebagai langkah penutup, Wali Kota berharap seluruh tahapan audit dari BPK dapat berjalan lancar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselarasan dan sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam mengawal roda pemerintahan di Kota Pekalongan agar tetap transparan dan akuntabel. (nul)
