Mangkrak Puluhan Tahun, DPRD Kendal Dorong Reaktivasi Stasiun Kaliwungu Bangkitkan Ekonomi

Mangkrak Puluhan Tahun, DPRD Kendal Dorong Reaktivasi Stasiun Kaliwungu Bangkitkan Ekonomi
ABDUL GHOFUR REAKTIVASI - Proses perbaikan bangunan Stasiun Kaliwungu mulai dilakukan, Sabtu (2/5/2026), meski stasiun tersebut telah lama tidak beroperasi.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyoroti kondisi Stasiun Kereta Api (KA) Kaliwungu yang telah dibiarkan mangkrak tak beroperasi selama puluhan tahun. Parlemen daerah secara resmi mendorong upaya reaktivasi stasiun tersebut agar dapat difungsikan sebagai motor penggerak pemerataan ekonomi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, memaparkan bahwa meski angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal berhasil menyentuh level 7,99 persen, namun dampak dari capaian tersebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di akar rumput.

“Pertumbuhan ekonomi Kendal 7,99 persen, tapi faktanya dampaknya belum menyeluruh dirasakan semua masyarakat. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Mahfud Sodiq saat memberikan keterangan, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:Waspada! Dinkes Pekalongan Temukan 3 Kasus Campak-Rubella pada Anak, Imunisasi Kejar Langsung DikebutTipu Karyawan BUMN Rp 122 Juta, Dukun Pengganda Uang Mbah Ekan Ditangkap Polres Kendal

Menyikapi hal tersebut, Mahfud meyakini bahwa sektor infrastruktur perkeretaapian yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyimpan potensi besar sebagai terobosan pemerataan wilayah. Pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), terutama dalam memperlancar jalur distribusi dan mendongkrak geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya punya pandangan bahwa sektor transportasi di Kendal, terutama dari KAI, bisa menjadi terobosan jika stasiun ini dibuka kembali. Ini akan mempercepat perputaran uang di masyarakat dan mengangkat UMKM di Kaliwungu,” tegasnya.

Kendati demikian, Mahfud mengingatkan bahwa rencana strategis reaktivasi ini harus terlebih dahulu melalui tahapan kajian teknis dan komprehensif bersama pemangku kepentingan terkait.

Urgensi Mobilitas Santri dan Pekerja Industri

Dorongan serupa juga disuarakan secara tegas oleh Anggota DPRD Kendal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaliwungu, Gus Tommy. Mewakili aspirasi masyarakat di wilayahnya, Gus Tommy menyoroti tingginya kebutuhan transportasi publik bagi komunitas pondok pesantren.

Ia mengungkapkan bahwa desakan untuk menghidupkan kembali stasiun ini bukanlah wacana baru. Sejak tahun 2019, aspirasi tersebut telah disuarakan oleh tokoh agama setempat, yakni almarhum Ustadz Lutfi Rohman (Pengasuh Majelis Rasulullah Kaliwungu).

“Stasiun ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya santri. Kaliwungu adalah tujuan ribuan santri untuk mengaji,” papar Gus Tommy menekankan aspek pendidikan.Menurutnya, keberadaan stasiun yang aktif akan menjadi penopang mobilitas pendidikan berbasis pesantren di Kaliwungu. Selain itu, pesatnya pertumbuhan kawasan industri di wilayah Kendal semakin menguatkan urgensi hadirnya akses kereta api bagi para pekerja.

0 Komentar