Awas Cuaca Ekstrem di Batang 5-7 Mei 2026, BPBD Peringatkan Ancaman Banjir hingga Longsor

Awas Cuaca Ekstrem di Batang 5-7 Mei 2026, BPBD Peringatkan Ancaman Banjir hingga Longsor
DOK. ISTIMEWA PERINGATAN DINI - Melalui postingan flyer di media sosial, BPBD Batang meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang bisa meningkatkan risiko bencana.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, secara resmi merilis peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem. Fenomena cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi ini diprakirakan melanda wilayah Batang pada periode 5 hingga 7 Mei 2026.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan level kewaspadaan secara maksimal. Pasalnya, kondisi cuaca ini berisiko melumpuhkan berbagai sektor krusial dan aktivitas harian warga, mulai dari sektor pertanian hingga kelancaran transportasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Fajri, menegaskan bahwa potensi dampak dari cuaca ekstrem ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

Baca Juga:Modus Licik Tukar Emas Palsu Pakai Surat Asli di Kendal Terbongkar, 2 Pelaku Diringkus PolisiPeringati Hari Tari Dunia ke-44, Penari Pekalongan Gelar Maraton 10 Jam Menari Nonstop

“Wilayah pegunungan berisiko longsor, sementara kawasan pesisir harus mewaspadai angin kencang dan perubahan gelombang yang bisa datang tiba-tiba,” ungkap Fajri memberikan peringatan di Batang, Rabu (6/5/2026).

Prakiraan Cuaca BMKG dan Potensi Bencana Turunan

Merujuk pada rilis prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan mengguyur secara fluktuatif. Hujan berpotensi turun secara tidak merata, terutama pada rentang waktu siang hingga malam hari.

Pihak BPBD telah memetakan secara rinci sejumlah potensi bencana turunan yang patut diantisipasi oleh warga. Ancaman tersebut meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga anomali cuaca berupa jatuhnya hujan es.

Selain itu, instansi kebencanaan ini juga menyoroti potensi gangguan pada jaringan listrik serta peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas akibat terbatasnya jarak pandang dan jalanan yang licin.

“Kami mendorong masyarakat untuk lebih adaptif. Jangan memaksakan aktivitas saat kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegas Fajri.

Imbauan untuk Nelayan dan Antisipasi Kesehatan Fisik

Peringatan kewaspadaan serupa juga ditujukan secara khusus bagi nelayan pesisir. Kendati tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah diprediksi masih relatif rendah, dinamika cuaca yang tidak menentu dapat memicu perubahan gelombang secara ekstrem dan mendadak.

Dari aspek kesehatan masyarakat, fluktuasi suhu udara yang berkisar di angka 18 hingga 34 derajat Celsius yang disertai dengan tingkat kelembapan tinggi dinilai sangat rentan memicu gangguan fisik. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelelahan akut hingga turunnya sistem imun akibat cuaca.

0 Komentar