Keren Parah! 40 Guru Besar UGM Turun Gunung ke Kendal Bawa Inovasi "Ayam Telur Bahagia"

Keren Parah! 40 Guru Besar UGM Turun Gunung ke Kendal Bawa Inovasi \"Ayam Telur Bahagia\"
ABDUL GHOFUR FOTO BERSAMA - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (6/5/2026), usai penyampaian hasil riset yang akan didorong untuk diimplementasikan di Kabupaten Kendal.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Langkah mantap dan nggak main-main ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal! Demi mendongkrak ekonomi warganya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, langsung menyambut hangat kedatangan rombongan 40 Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (6/5/2026).

Kunjungan istimewa puluhan pakar akademik kampus biru ini bukan sekadar formalitas, melainkan misi serius untuk memperkuat kolaborasi riset dan hilirisasi inovasi keren di daerah.

Didampingi sejumlah stakeholder penting, Bupati Dyah blak-blakan menegaskan bahwa sinergi nyata antara pemerintah daerah dan kampus top sekelas UGM adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan berbasis inovasi.

Baca Juga:Keterbatasan Akses SMA Negeri Picu 2.000 Anak di Kabupaten Pekalongan Tidak SekolahModus Licik Tukar Emas Palsu Pakai Surat Asli di Kendal Terbongkar, 2 Pelaku Diringkus Polisi

“Setelah ini kita akan berdiskusi lebih lanjut dan ke depan harus ada sinergi nyata untuk menjadikan Kabupaten Kendal lebih maju. Kami masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk UGM,” tegas Bupati Dyah penuh semangat.

Konsep Unik “Ayam Telur Bahagia” Sukses Curi Perhatian!

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof Muhammad Baiquni, yang memimpin rombongan dalam rangka academic leadership training ini memastikan bahwa UGM berkomitmen penuh memberikan solusi nyata bagi masyarakat desa.

“Kami ingin hasil riset tidak berhenti di kampus, tetapi bisa dihilirisasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Prof Baiquni.

Nah, salah satu inovasi andalan UGM yang sukses bikin penasaran dalam pertemuan ini adalah konsep peternakan bernama “Ayam Telur Bahagia”. Sesuai namanya, konsep peternakan ini benar-benar mengedepankan animal welfare alias kesejahteraan hewan!

Dalam praktiknya, ayam petelur nggak lagi dikurung berdesakan di dalam kandang sempit. Mereka diumbar bebas, dimanjakan dengan pakan berkualitas super, bahkan diberi stimulasi suara agar bebas dari stres.

“Potensi produksi telur di Kendal sangat besar. Dengan inovasi ini, kami ingin meningkatkan nilai tambah sehingga produk telur dari Kendal bisa lebih kompetitif di pasar,” tandas Baiquni meyakinkan.Ia juga membocorkan bahwa inovasi peternakan ramah hewan ini bakal segera digodok bareng dinas terkait agar bisa langsung dieksekusi secara bertahap di Kendal.

0 Komentar