E-Book Bapukros Inovasi Guru SD Pekalongan Sulap Budaya Lokal Jadi Puisi Akrostik

E-Book Bapukros: Inovasi Guru SD Pekalongan Sulap Budaya Lokal Jadi Puisi Akrostik
MALEKHA ARAHKAN - Endang Tri Anisih, M.Pd. mengarahkan para siswa untuk membaca dan membuat puisi sesuai instruksi yang terdapat di Bapukros
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kegiatan menulis puisi kerap menjadi momok yang menakutkan sekaligus membosankan bagi sebagian besar siswa sekolah dasar (SD) lantaran dinilai menuntut imajinasi dan kreativitas tingkat tinggi.

Berangkat dari keresahan akademik tersebut, Endang Tri Anisih, M.Pd., seorang tenaga pendidik dari SD Kraton Kidul, Kota Pekalongan, berhasil menelurkan sebuah inovasi pembelajaran adaptif bertajuk “Bapukros” (Batu Puisi Akrostik).

Inovasi digital berbentuk electronic book (e-book) ini dirancang khusus untuk mendobrak stigma bahwa menulis sastra itu sulit, sekaligus menjadi solusi atas rendahnya tingkat literasi atau minat baca anak-anak.

Baca Juga:Ngeri! Jembatan Antar Kecamatan di Kendal Putus Diterjang Banjir, Pemkab Minta Rekomtek DiturunkanKecelakaan Maut di Pantura Batang, Dua Pemuda Tewas Terlindas Truk Usai Motor Oleng

Secara cerdas, e-book Bapukros mengintegrasikan muatan lokal dengan menjadikan kekayaan budaya Kota Pekalongan sebagai sumber pemantik imajinasi siswa.

“Media Bapukros ini berupa media pembelajaran dan e-book panduan menulis puisi. Kenapa e-book ini saya pilih? Karena tampaknya belum banyak buku yang memuat bagaimana cara menulis puisi akrostik,” ujar pendidik yang akrab disapa Eta tersebut.

Menurut Eta, kebuntuan siswa dalam merangkai kata sering kali berakar dari minimnya budaya literasi. Untuk menjembatani hal itu, ia mendekatkan objek tulisan dengan realitas lingkungan sehari-hari siswa. Dalam e-book tersebut, ia menyematkan berbagai ikon kebudayaan khas Pekalongan, mulai dari kuliner nasi megono, ketan biru, lopis Krapyak, hingga sejarah Museum Batik.

“Jadi di dalam buku itu saya memasukkan kebudayaan Kota Pekalongan. Saya buatkan tentang nasi megono contoh bacaannya, biar mereka punya inspirasi apa sih nasi megono itu. Jadi mereka membuat puisi tapi seolah-olah hanya menjabarkan ciri khas dari megono itu,” jelasnya menguraikan metode pengajaran.

Fase Uji Coba dan Interaktivitas Digital

Tidak sekadar menyajikan teks, e-book Bapukros dikemas sangat interaktif. Modul digital ini dilengkapi dengan daftar isi sistematis, panduan langkah demi langkah menulis puisi yang terstruktur, hingga sisipan tautan (link) multimedia berupa video dan bacaan digital terkait kearifan lokal Pekalongan. Di bagian akhir sesi, siswa diberikan tugas mandiri guna memantik daya cipta mereka.

Saat ini, implementasi Bapukros telah sukses diuji cobakan pada siswa kelas 5 dan 6 di sejumlah institusi pendidikan, meliputi SD Bendan 1, SD Bendan 3, dan SD Bendan 4. Melalui getok tular antar-guru, metode ini terus disosialisasikan secara masif. Eta bahkan telah menyiapkan cetak biru untuk merangkum seluruh puisi karya siswa ke dalam sebuah buku antologi khusus.

0 Komentar