RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bencana alam kembali mengamuk! Akses vital warga lumpuh total usai sebuah jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, putus diterjang ganasnya banjir bandang Sungai Waridin pada Jumat (15/5/2026) malam.
Jembatan nahas yang menghubungkan Desa Kumpulrejo di Kecamatan Kaliwungu dengan Desa Kebonadem di Kecamatan Brangsong itu tak kuasa menahan terjangan arus. Tragisnya, jembatan tersebut hanyut tak bersisa tersapu air bah yang bercampur tumpukan material kayu dan sampah raksasa dari wilayah hulu.
Kengerian tak berhenti di situ! Derasnya air bah juga menggerus tanggul sungai hingga longsor sepanjang 50 meter, merobek akses jalan, dan menenggelamkan sejumlah rumah warga di sekitar bantaran sungai. Pantauan langsung di lokasi kejadian, struktur jembatan kini nyaris rata dengan tanah.
Baca Juga:Produksi Perdana, Sumur Minyak Rakyat Kendal Kirim 15 Ribu Liter Minyak Mentah ke Pertamina CepuWawalkot Pekalongan Takziah ke Keluarga Lansia yang Tewas Dibunuh Anak Kandung di Poncol
Wiryono, salah satu saksi mata sekaligus warga Desa Kumpulrejo, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Menurutnya, petaka ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur tanpa henti sejak Jumat malam.
“Air sungai besar sekali, membawa kayu dan sampah lalu tersangkut di bawah jembatan. Karena arusnya deras, jembatan akhirnya tidak kuat dan hanyut,” beber Wiryono ngeri.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Kumpulrejo, Edi Hariyanto. Ia membenarkan bahwa tumpukan sampah dan gelondongan kayu yang menyumbat tiang jembatan membuat tekanan air makin menggila. Bahkan, pintu air penahan banjir pun ikut lenyap disapu arus!
“Air sungai naik sangat cepat dan membawa banyak kayu serta sampah yang menyangkut di bawah jembatan. Karena arus terlalu deras, jembatan akhirnya putus dan hanyut,” jelas Edi dengan nada prihatin.
Pemkab Kendal Pusing Terganjal Aturan Provinsi
Merespons jeritan warga yang aksesnya terputus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal sebenarnya tak tinggal diam. Namun, proses pembangunan ulang jembatan ini rupanya terbentur tembok tebal bernama Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari DPUPR Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, blak-blakan menyebut bahwa Pemkab siap menggelontorkan APBD untuk membangun jembatan. Sayangnya, syarat dari provinsi dinilai terlalu tinggi dan bikin kantong daerah jebol.
“Hari ini DPUPR sudah melakukan asesmen di lokasi dan kami menunggu rekomtek dari provinsi. Rekomtek sebelumnya anggarannya terlalu tinggi, sehingga akan kami usulkan agar bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran kabupaten supaya penanganannya segera dilakukan,” tegas sosok yang akrab disapa Tika ini.
