RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga di kawasan Jalan Budi Bakti, tepatnya di gang depan warung makan Pak Awud, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, dibikin geger pada Sabtu (16/5/2026) malam. Gara-gara urusan asmara, dua remaja yang diduga kuat merupakan anggota komunitas anak punk terlibat duel berdarah!
Dalam insiden mencekam itu, seorang remaja berinisial ARH (19), asal Dukuh Buntit, Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, tumbang bersimbah darah usai ditusuk senjata tajam jenis badik. Pelaku penusukan tak lain adalah rivalnya sendiri, YA (16), remaja asal Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, petaka ini bermula sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban ARH baru saja tiba dari arah Batang dengan menumpang truk. Ia turun di lampu merah Ramayana tak sendirian, melainkan ditemani seorang remaja putri berinisial SK.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Pantura Batang, Dua Pemuda Tewas Terlindas Truk Usai Motor OlengProduksi Perdana, Sumur Minyak Rakyat Kendal Kirim 15 Ribu Liter Minyak Mentah ke Pertamina Cepu
Rupanya, kedatangan korban dilihat oleh pelaku YA yang saat itu sedang asyik nongkrong bersama remaja putri lain berinisial Z (16). Melihat pemandangan tersebut, darah muda pelaku langsung mendidih. Ia nekat melabrak korban hingga adu jotos yang sengit pun tak terhindarkan.
Kalah postur dari korban, pelaku YA yang bertubuh lebih kecil bertindak makin beringas. Ia mencabut sebilah badik yang sudah terselip di pinggangnya, lalu menghujamkan senjata tajam mematikan itu ke tubuh korban!
Akibatnya sangat fatal. Korban ARH menderita dua luka tusuk parah di bagian punggung dan satu tusukan di pinggang kiri hingga akhirnya terkapar tak berdaya. Warga sekitar yang panik melihat kejadian itu langsung berhamburan melerai dan melapor ke pihak berwajib.
Korban Dilarikan ke RS, Pelaku Ditangkap
Guna menyelamatkan nyawanya, korban langsung dilarikan ke RS ARO Kota Pekalongan untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Di sisi lain, aparat kepolisian yang bergerak cepat sukses meringkus pelaku YA beserta barang buktinya.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, melalui Kasat Reskrim AKP Setyanto, membenarkan adanya tragedi berdarah yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
“Benar, ada kejadian tersebut. Korban menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan pelaku sudah kita amankan beserta barang buktinya,” tegas AKP Setyanto saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026) sore.
