Kurang Tenaga Medis, Pemkot Pekalongan Butuh Bantuan Warga
Tantangan berat Pemkot Pekalongan ternyata tak sampai di situ. Aaf blak-blakan mengakui jika saat ini jumlah tenaga kesehatan khusus yang memegang kendali penanganan HIV/AIDS di Kota Pekalongan masih sangat minim dan kedodoran menghadapi lonjakan kasus.
“Tenaga khusus penanganan HIV/AIDS kita masih terbatas, sementara jumlah kasus terus meningkat. Maka ini perlu menjadi perhatian bersama. Kita ingin upaya edukasi dan pencegahan di Kota Pekalongan semakin kuat,” papar Aaf.
Oleh karena itu, Aaf meminta penanganan virus ini tidak melulu dibebankan ke pundak pemerintah atau nakes saja, melainkan butuh keroyokan dari seluruh elemen, mulai dari tingkat keluarga, tokoh masyarakat, hingga komunitas pemuda.
Baca Juga:Bus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-lukaDorong Pelaku UMKM Kuasai Bisnis Digital, Pemkab Pekalongan Gandeng Alfamart Lewat Program Alfamind
Saat ini, Pemkot melalui Dinkes dan Puskesmas terus menggencarkan program preventif mulai dari penyuluhan kesehatan reproduksi, konseling, deteksi dini (VCT), hingga pendampingan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) agar tidak dikucilkan dari pergaulan sosial.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Yang terpenting adalah bagaimana edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di masyarakat bisa terus kita perkuat demi melindungi generasi muda dan masyarakat Kota Pekalongan secara keseluruhan,” tutup Aaf. (nul)
