Kurangi Beban TPA Degayu, Dekranasda Pekalongan Sulap Sampah Plastik Jadi Tas Bernilai Ekonomi

Kurangi Beban TPA Degayu, Dekranasda Pekalongan Sulap Sampah Plastik Jadi Tas Bernilai Ekonomi
PELATIHAN - Dekranasda Kota Pekalongan menggelar kegiatan Pelatihan Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Tas Bernilai Ekonomis
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan mengintensifkan program pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis sirkular. Sebagai langkah taktis memitigasi kedaruratan lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru, otoritas menyelenggarakan agenda Pelatihan Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Tas Bernilai Ekonomis di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan.

Langkah ini dirancang sebagai instrumen hulu untuk mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat urban agar lebih adaptif dan inovatif dalam memproses limbah domestik. Transformasi material non-organik ini diproyeksikan mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang memiliki nilai tawar komersial di pasar nasional.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyatakan bahwa agenda ini memuat fungsi ganda, yakni sebagai stimulus eskalasi keterampilan (up-skilling) perajin lokal sekaligus gerakan kolektif dalam menanggulangi problem akumulasi sampah yang menjadi tantangan struktural di Kota Pekalongan.

Baca Juga:Darurat Perundungan dan Kekerasan Seksual di Jateng, Wagub Taj Yasin Soroti Kasus Bunuh Diri RemajaPMK Masih Mengintai di Kendal, Peternak Resah Sebut Varian Baru Lebih Ganas Bisa Bikin Sapi Mati Lima Hari

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku UMKM. Dibutuhkan perubahan pola pikir dan budaya bersama dalam mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah,” ujar Inggit Soraya, Senin (25/5/2026).

Intervensi Hulu untuk Mereduksi Tekanan di TPA Degayu

Inggit memaparkan, Pemerintah Kota Pekalongan saat ini terus melakukan perbaikan manajemen penataan logistik sampah melalui optimalisasi sarana Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R). Pengetatan ini mendesak dilakukan guna menekan laju pasokan limbah padat yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, di mana volumenya kini telah menembus estimasi beban 130 ton per hari.

Oleh karena itu, Dekranasda memberikan apresiasi terhadap modul pelatihan yang mampu memformulasikan limbah plastik kemasan menjadi produk tas kreatif berestetika tinggi. Skema manufaktur rumahan ini dinilai selaras dengan prinsip dasar ekologi ekonomi, yang tidak hanya mereduksi pencemaran tanah tetapi juga menyuntikkan pendapatan tambahan bagi rumah tangga.

Otoritas menekankan agar penguasaan teknologi daur ulang ini tidak berhenti sebagai komoditas musiman pascapelatihan. Para peserta dituntut konsisten menelurkan diversifikasi desain produk ramah lingkungan (eco-friendly) yang memiliki standardisasi mutu serta daya saing pasar yang kuat.

0 Komentar