RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Produk olahan makanan ringan asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil memperluas jangkauan pasarnya hingga ke ranah akademik nasional. Produk Sale Pisang “Bang Zae” sukses menarik perhatian publik dalam agenda Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.
Dalam ajang kolaborasi antara institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut, komoditas lokal berbahan dasar pisang ini tampil sebagai salah satu produk unggulan daerah. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi serta inovasi produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada masyarakat luas.
Pemilik (owner) Sale Pisang Bang Zae, Zaenal Acheroh, menyatakan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan untuk memamerkan produknya di hadapan para akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai penjuru daerah.
Baca Juga:Darurat Perundungan dan Kekerasan Seksual di Jateng, Wagub Taj Yasin Soroti Kasus Bunuh Diri RemajaPMK Masih Mengintai di Kendal, Peternak Resah Sebut Varian Baru Lebih Ganas Bisa Bikin Sapi Mati Lima Hari
“Kesempatan seperti ini memang jarang. Kami senang bisa membawa nama Batang dan memperkenalkan produk lokal di lingkungan IPB,” ujar Zaenal Acheroh saat memberikan keterangan di gerai produksinya, Ruko Sale Pisang Gang Jalak, Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang.
Standardisasi Legalitas Usaha dan Karakteristik Produksi
Zaenal mengungkapkan, keikutsertaan Sale Pisang Bang Zae dalam pameran di Bogor tersebut didasarkan pada rekomendasi salah satu dosen IPB University yang berasal dari Kabupaten Batang. Produk ini dinilai komparatif dan siap bersaing di pasar nasional karena telah memenuhi standardisasi komersial, termasuk kepemilikan legalitas usaha yang lengkap serta sertifikasi halal resmi.
Dalam pelaksanaan pameran tersebut, seluruh stok produk yang dibawa oleh tim UMKM Batang dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat tak lama setelah stan dibuka untuk umum.
“Kami membawa 10 kemasan ukuran satu kilogram dan semuanya langsung habis setelah acara dibuka,” kata Zaenal menjelaskan tingginya serapan pasar terhadap produknya.
Mengenai aspek produksi, Zaenal memaparkan bahwa cita rasa legit yang konsisten pada produknya dihasilkan dari metodologi pengolahan yang spesifik. Proses dimulai dari seleksi bahan baku berupa pisang kapas, diikuti metode pematangan buah secara alami, hingga fase penjemuran dan penyimpanan yang terukur untuk merangsang keluarnya madu alami dari buah pisang.
