RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kota Pekalongan menginisiasi langkah taktis dalam penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan sejak dini. Sebanyak 26 lembaga Raudhatul Athfal (RA) lintas wilayah ambil bagian dalam agenda Festival Kompetisi Anak RA se-Kota Pekalongan Tahun 2026 yang dipusatkan di RA Muslimat NU Masyithoh 08 Kertoharjo.
Ajang eksibisi dan perlombaan ini dirancang sebagai instrumen hulu untuk menstimulus kreativitas motorik serta memperkokoh nilai-nilai akhlak budi pekerti pada fase usia emas (golden age). Sejak pagi hari, ratusan peserta didik didampingi para guru menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengenakan aneka kostum tematis khas nusantara.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, H. Abdul Wahab, mengonfirmasi bahwa institusinya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival yang baru pertama kali digulirkan secara masif di tingkat daerah ini.
Baca Juga:Tren Patungan Sapi Marak, Penjualan Kambing Kurban di Lapak Pedagang Musiman Batang Mengalami PenurunanIbadah Serentak, PDM Kendal Siapkan 60 Lokasi Salat Iduladha dan Lazismu Kejar Target Kurban Rp9 Miliar
“Alhamdulillah kami dari Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan tentu sangat mengapresiasi kegiatan Festival Kompetisi Anak RA se-Kota Pekalongan Tahun 2026 ini. Anak-anak di usia emas atau golden age merupakan masa yang sangat tepat untuk diajarkan berbagai hal positif, baik terkait akhlak maupun kemampuan lainnya,” ujar Abdul Wahab usai membuka acara secara resmi, Rabu (20/5/2026).
Keseimbangan Aspek Intelektual dan Fondasi Spiritual
Abdul Wahab menganalisis bahwa kurikulum pendidikan anak usia dini tidak boleh terjebak pada standardisasi kecerdasan intelektual semata. Kemenag mendorong penajaman pondasi moral dan spiritual sebagai tameng psikologis anak di masa depan. Sinergi antara otoritas keagamaan dan KKRA diproyeksikan terus berlanjut guna menaikkan indeks mutu pendidikan madrasah non-formal.
“Harapan kami tentu anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan memiliki akhlak yang baik. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai positif sejak dini,” kata Wahab menambahkan mengenai target jangka panjang pembentukan karakter siswa.
Mengingat signifikansi dampak sosiologisnya, Kemenag merekomendasikan agar festival kompetisi ini diformulasikan kembali menjadi agenda rutin tahunan dengan skala kepesertaan yang lebih luas.
Metodologi Perlombaan Multi-Aspek Tumbuh Kembang
Di sisi lain, Ketua KKRA Kota Pekalongan, Siti Asiyah, memaparkan bahwa festival ini mengemban fungsi ganda, yakni sebagai ruang aktualisasi bakat anak sekaligus media silaturahmi struktural bagi para pendidik RA di Kota Pekalongan.
