Langkah taktis tersebut diperkuat dengan keterlibatan aktif para duta literasi sekolah dalam berbagai forum edukasi dan kompetisi, baik di tingkat regional Jawa Tengah maupun nasional.
Otoritas sekolah berharap pencapaian ini tidak membuat draf gerakan literasi mengendur, melainkan menjadi stimulus baru untuk meningkatkan kualitas penalaran kritis peserta didik di tengah tantangan disrupsi digital.
“Murid harus terus mengasah kemampuan literasinya agar mampu bersaing dan menjadi generasi yang cerdas serta berkarakter. Guru juga harus konsisten menulis dan memberi teladan dalam berliterasi,” kata Margiati memungkasi draf pesannya untuk penguatan mutu pendidikan daerah. (mal)
