Otoritas PWI berharap draf stimulasi gerakan kecil ini mampu memicu draf kesadaran kolektif bagi pemangku kepentingan (stakeholder) lain di wilayah Pekalongan untuk mengadopsi draf pola pengemasan serupa pada perayaan makro di masa depan.
“Ini sekaligus sebagai media kampanye bagi stakeholder, saatnya kita dari komunitas terkecil untuk mengurangi beban sampah di Kota Pekalongan,” jelasnya memaparkan draf misi jangka panjang tata ruang hijau.
Melalui draf makro aksi ini, PWI Kota Pekalongan memproyeksikan draf komitmen berkelanjutan agar pelaksanaan aktivitas sosial kemasyarakatan di masa depan tetap segaris dengan draf prinsip keberlanjutan lingkungan perkotaan yang bersih, higienis, dan sehat dari draf kontaminasi mikroplastik.
Baca Juga:Usut Kasus Pencabulan, Polisi Olah TKP di Padepokan PA Buaran Pekalongan tapi Belum Ada Bukti BaruPakai Belati, Dua Pelaku Begal di Embung PT Zanzibar Ditangkap Polres Kendal, Satu Orang Residivis
“Semoga apa yang sudah dilakukan teman-teman ini membawa keberkahan bagi kita semua dan PWI, dan lebih spesifik lagi bagi Kota Pekalongan. Melalui aksi kurban ramah lingkungan ini, kami berkomitmen dalam pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial, tetapi juga dapat menjadi momentum membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan demi masa depan Kota Pekalongan yang lebih bersih dan sehat,” tutur Kuswandi memungkasi draf pesannya. (nul)
