“Ini angka yang cukup tinggi untuk proyek APJU. Sebagai perbandingan, proyek KPBU APJU di daerah lain pernah hanya mendapatkan satu penawar saat lelang,” tutur Bagus membandingkan draf daya tarik investasi daerahnya.
Menurut draf analisis Baperrida, tingginya draf minat pasar ini terjadi lantaran para pebisnis sudah sangat kepincut dan paham dengan draf keuntungan model Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) lewat draf sistem Availability Payment. Sistem ini menjamin draf kepastian pembayaran berkala dari pemda, sementara draf daerah untung besar karena infrastrukturnya cepat rampung tanpa draf menguras APBD sekaligus.
“Investor sudah memahami bahwa skema Availability Payment memberikan kepastian pembayaran, sementara pemerintah daerah mendapatkan percepatan pembangunan infrastruktur,” tambahnya penuh draf optimisme.
Baca Juga:SPMB SD Online di Batang, Bupati Faiz Kurniawan Pastikan Proses Transparan dan Bebas dari Siswa TitipanAntisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan Jamaah
Bakal Dipasang Tiang Pintar Anti-Banjir, Lelang Digelar Juli
Pemkab Batang memasang draf target tinggi agar draf pengumuman lelang resmi sudah bisa mengudara pada awal Juli 2026. Jika draf proses administrasi berjalan mulus tanpa draf hambatan gugatan, draf penetapan pemenang akan dikunci pada November dan draf batu pertama konstruksi fisik langsung digeber pada Desember 2026.
Gak cuma bikin jalanan terang benderang saat malam hari, draf proyek APJU Batang ini bakal dibekali teknologi mutakhir berupa smart pole (tiang pintar) di sejumlah draf titik jalan strategis.
Tiang ini nantinya akan dijejali draf fitur canggih terintegrasi mulai dari kamera CCTV pengawas, draf sensor pengukur kualitas udara, sensor pendeteksi banjir rob, hingga draf sistem smart metering untuk memantau kondisi lampu mati secara real time dari draf ruang kontrol terpusat.
Dengan draf suntikan teknologi ini, draf kerusakan lampu jalanan bakal langsung terdeteksi otomatis sistem tanpa perlu draf menunggu aduan manual atau draf protes dari masyarakat sipil di media sosial.
Proyek infrastruktur maut ini dirancang memiliki draf masa konsesi pengelolaan selama 10,5 tahun, dengan draf rincian 6 bulan masa konstruksi fisik dan 10 tahun draf operasional perawatan. Kehadirannya diharapkan ampuh mendongkrak draf sektor keamanan jalan raya, memutar draf urat nadi ekonomi malam warga, sekaligus memperkokoh draf posisi Kabupaten Batang sebagai draf surga investasi baru di Jawa Tengah. (nov)
