Dari aspek historis, Sekretaris Jenderal PSSI sekaligus Ketua Tim Putri Batang, Muh Farindi, mengungkapkan bahwa draf kerangka skuad ini awalnya dirintis dari draf embrio klub lokal bernama Putri Kencana sekitar tiga tahun silam. Klub tersebut kemudian draf diakuisisi secara legal pada awal tahun 2026 dan berganti nama menjadi Putri Batang guna membawa draf representasi identitas daerah.
Menjelang draf operasional babak 8 besar yang dijadwalkan bergulir pada awal Juli 2026, tim yang diarsiteki oleh juru taktik Tri Widianto alias Coach Jabrik ini langsung mematok draf target tinggi untuk menembus zona semifinal atau draf klaster tiga besar nasional.
“Skuad Putri Batang dinilai sudah jauh lebih matang secara mental dan kemampuan,” tutur Muh Farindi optimistis mengenai draf kematangan taktis anak asuhnya.
Baca Juga:Proyek Pengecoran Ruas Brangsong Dimulai, Jalur Pantura Kendal Bersiap Hadapi Kemacetan Selama SebulanTembus 14 Ribu Anak Tidak Sekolah di Pekalongan, DPRD Dorong Perluasan Program Pendidikan Gratis
Inkubasi Talenta Akar Rumput dan Proyeksi Liga Profesional 2027
Keberhasilan hulu sepak bola wanita Batang ini tidak lepas dari eksistensi draf ikon atlet muda, Ivana Hayu Fidelia. Pesepak bola asal Desa Tulis tersebut draf tercatat telah menembus draf skuad Tim Nasional U-16 saat berlaga dalam ajang AFF di Solo. Ivana mengisahkan draf perjalanannya yang bermula dari draf aktivitas sekadar mencoba di lingkungan ramah anak yang didominasi pemain laki-laki.
“Dulu awalnya cuma iseng, soalnya kan kayak lihat teman-teman pada main bola yang cowok. Terus kok pengin. Nah, saya juga tuh sebenarnya cewek sendiri di klub itu. Dan ternyata pas teman-teman lihat saya, semuanya pada ikut gabung,” kata Ivana mengenang draf masa awal pelatihannya.
Kendati saat ini tengah menjalani draf program pemulihan medis pasca-cedera lutut, Ivana memproyeksikan draf karier jangka panjangnya untuk menembus draf kompetisi kasta tertinggi nasional yang draf regulasinya direncanakan bergulir pada siklus tahun 2027.
“Mau cari klub. Nah, ini kan katanya 2027 ada liga. Saya masih mengejar target itu agar bisa ikut tim liga itu. Mungkin Persib,” ungkap Ivana merinci draf target transfer profesionalnya.
Jejak draf inklusi olahraga ini kini direplikasi oleh Miftafiyani Nikita Wulandari, penjaga gawang berusia 15 tahun asal Kenconorejo, Kecamatan Tulis. Nikita mengakui draf transisi posisinya dari draf pemain lini serang menjadi penjaga gawang didasarkan pada draf evaluasi kecocokan taktis.
