Modal Terjangkau, Mayoritas Alumni Teknisi Handphone BLK Sukses Terjun Jadi Wirausaha

Modal Terjangkau, Mayoritas Alumni Teknisi Handphone BLK Sukses Terjun Jadi Wirausaha
PELATIHAN - Pelatihan teknisi handphone yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) terbukti mampu membuka peluang usaha bagi pesertanya.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Pelatihan teknisi handphone yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) terbukti efektif membuka peluang usaha mandiri bagi para pesertanya. Mayoritas alumni angkatan perdana tahun 2025 dilaporkan kini telah sukses berwirausaha di bidang jasa reparasi telepon seluler setelah menyelesaikan masa pelatihan dan program pemagangan.

Instruktur Teknisi Handphone BLK, Setiawan, menjelaskan bahwa pencapaian positif ini menunjukkan tingginya potensi pasar usaha jasa perbaikan gawai. Terlebih, lini bisnis ini didukung oleh kebutuhan masyarakat yang tinggi serta kebutuhan modal awal usaha yang relatif terjangkau.

Melihat kesuksesan tersebut, pelatihan kompetensi ini kembali dibuka pada tahun 2026 dan langsung mendapatkan antusiasme tinggi dari kalangan muda.

Baca Juga:Wujudkan Pendidikan Inklusi, SMAN 1 Batang Sediakan Kuota 5 Persen bagi Siswa DisabilitasTingkatkan Kualitas SDM, Fakultas Ekonomi USM Gandeng RSND Semarang Lewat Program Magang Kerja

“Setelah pelatihan selesai, peserta juga mengikuti pemagangan. Hampir sebagian besar alumni tahun 2025 saat ini berwirausaha,” ujar Setiawan saat memberikan keterangan, Senin, 8 Juni 2026.

Selain dibekali dengan keterampilan teknis mutakhir, para peserta juga mendapatkan materi kewirausahaan (entrepreneurship). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan manajerial mereka dalam mengelola bisnis secara mandiri. BLK berharap para lulusan dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Guna menjaga relevansi, BLK secara berkala melakukan pembaruan kurikulum materi pelatihan teknisi gawai ini. Langkah penyesuaian tersebut krusial dilakukan untuk mengejar laju perkembangan teknologi perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), serta berbagai jenis kerusakan terbaru.

“Perkembangan handphone sangat cepat, sehingga materi pelatihan juga terus kami sesuaikan agar ilmu yang diberikan dapat langsung diterapkan di lapangan,” kata Setiawan menambahkan.

Sebagai bagian dari evaluasi akhir, para peserta bakal mengikuti metode bedah kasus untuk menguji ketajaman kemampuan praktik lapangan mereka.

Selain itu, BLK juga menginisiasi pembentukan komunitas teknisi internal. Wadah ini diproyeksikan sebagai ruang diskusi bagi alumni dan peserta aktif untuk saling bertukar informasi dan memperbarui keterampilan siber mereka seiring dinamika pasar yang terus berubah. (nul)

0 Komentar