RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Gerakan Literasi Digital bersama Bunda Literasi Jawa Tengah resmi digelar di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Senin, 8 Juni 2026. Mengusung tema “Digital Cerdas – Gemar Membaca”, agenda ini difokuskan pada penguatan gerakan literasi digital berbasis perpustakaan di tingkat daerah.
Acara strategis tersebut dibuka langsung oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Yasin. Turut hadir dalam peresmian program ini Wali Kota Pekalongan A. Afzan Arslan Djunaid, Bunda Literasi Kota Pekalongan Inggit Soraya, serta perwakilan Bunda Literasi dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Dalam pengarahannya, Nawal Nur Arafah Yasin menegaskan bahwa akselerasi kompetensi literasi siber merupakan bagian integral dari cetak biru pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga:Dorong Kualitas Panen, Permintaan Bibit Tembakau Mutiara Hitam di Kendal Alami LonjakanBerdiri di Lahan Satu Hektare, Padepokan Harimau Putih Kendal Resmikan GOR Baru Lewat Kejuaraan Pencak Silat
“Harapannya tentu dapat meningkatkan akses literasi digital di Provinsi Jawa Tengah. Literasi ini menjadi program prioritas dan kami ingin tingkat kegemaran membaca masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Nawal, Senin.
Nawal juga menekankan bahwa penetrasi budaya membaca dan kecakapan digital tidak dapat berjalan sendiri secara parsial. Menurutnya, gerakan edukasi skala makro ini harus dibangun melalui kolaborasi aktif lintas komunitas dan pelibatan elemen masyarakat secara struktural.
Otoritas daerah menilai struktur kepengurusan perempuan memiliki kedekatan taktis untuk menyentuh klaster unit terkecil di masyarakat dalam membumikan pemanfaatan gawai secara positif.
“Peran Bunda Literasi sangat strategis karena bisa masuk ke banyak komunitas dan membangun ekosistem literasi, bukan hanya di PKK, tetapi juga di posyandu dan Bunda PAUD,” kata Nawal menambahkan.
Lebih lanjut, ia mewanti-wanti seluruh jajaran agar gerakan literasi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan atau penyerapan anggaran semata, melainkan menjadi manifesto komitmen kerja nyata.
“Literasi adalah tentang ilmu dan kemuliaan hidup. Ini bukan hanya soal hadir atau tidak hadir, tetapi bagaimana ada komitmen dan panggilan nurani untuk terus menggerakkan dan menyebarkan ilmu kepada masyarakat,” tutur Nawal menegaskan.
Melalui penguatan literasi digital massal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan lahirnya tatanan masyarakat urban yang cerdas, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi dalam menyaring arus informasi di era digital global. (nul)
