Perkuat Karakter Siswa, SMP Wahid Hasyim Pekalongan Gandeng MSI 12 dan 17 Pabean Bangun Sinergi Edukasi

Perkuat Karakter Siswa, SMP Wahid Hasyim Pekalongan Gandeng MSI 12 dan 17 Pabean Bangun Sinergi Edukasi
MALEKHA, DISKUSI - Suasana diskusi bersama antara SMP Wahid Hasyim dengan MSI 12 dan MSI 17 Pabean.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Jaringan lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kota Pekalongan mempererat konsolidasi internal. Langkah taktis ini diwujudkan melalui jalinan kemitraan strategis antara SMP Wahid Hasyim Pekalongan dengan Madrasah Ibtidaiyah (MSI) 12 Pabean dan MSI 17 Pabean guna mendongkrak mutu serta kesinambungan kurikulum antarasrama.

Komitmen kerja sama edukasi tersebut dimatangkan dalam forum diskusi bersama yang dihadiri oleh jajaran kepala sekolah, perwakilan guru, serta tenaga kependidikan dari ketiga instansi pada Rabu, 10 Juni 2026. Fokus utama pertemuan tertuju pada perancangan skema kolaborasi akademik jangka panjang.

Kepala SMP Wahid Hasyim Pekalongan, Farro Durrotul Qorri’aina, menegaskan bahwa sinergi lintas jenjang ini merupakan upaya serius dalam membangun ekosistem pendidikan yang integratif. Targetnya adalah memastikan para siswa mendapatkan hak layanan pendidikan yang selaras sejak bangku sekolah dasar hingga menengah.

Baca Juga:Izin Belum Lengkap tapi Sudah Uruk Lahan, Pemkab Kendal Warning Proyek Pabrik Pakan Ternak PT HaidaGenjot Pelayanan Publik, Kapolres Pekalongan Beri Penghargaan pada 10 Personel Presisi yang Berinovasi

“Sinergi antara SMP Wahid Hasyim dengan MSI 12 dan MSI 17 Pabean merupakan langkah positif untuk membangun kesinambungan pendidikan. Kami berharap peserta didik dapat memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik, sekaligus memiliki kesempatan mengembangkan potensi akademik maupun karakter secara optimal,” ujar Farro Durrotul Qorri’aina, Rabu.

Senada dengan hal itu, Kepala MSI 17 Pabean, M. Fahmi Fahrudin, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi sekolah swasta berbasis Islam saat ini. Menurutnya, institusi keagamaan dituntut merumuskan ulang formula pengajaran sains spiritual agar tidak sekadar menjadi hafalan teks baku, melainkan beralih ke pemahaman teologis yang mendalam bagi siswa dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala MSI 12 Pabean, Sochaini Zaka, menilai pengkondisian karakter siswa menjadi indikator utama yang melatarbelakangi pentingnya kerja sama kelompok ini.

“Saat ini antarsekolah memang harus saling berkolaborasi, terutama untuk memperkuat karakter siswa,” tutur Sochaini Zaka menjelaskan esensi kemitraan.

Melalui nota kesepahaman ini, ketiga faskes pendidikan tersebut telah menyusun daftar program kerja bersama. Beberapa agenda yang siap dieksekusi di antaranya meliputi lokakarya pembinaan karakter, gerakan literasi sekolah, pelatihan sains akademik, pertukaran metode mengajar antar-guru, hingga sinkronisasi kegiatan perayaan hari besar keagamaan.

0 Komentar