BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pesatnya pembangunan perumahan yang mengikuti perkembangan kawasan industri di Kabupaten Batang membawa konsekuensi baru bagi layanan air bersih. Perumda Air Minum Sendang Kamulyan kini memasang target ambisius: menambah sekitar 62 ribu pelanggan baru di seluruh wilayah Kabupaten Batang.
Target tersebut bukan perkara mudah. Secara keseluruhan, cakupan layanan air perpipaan di Kabupaten Batang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen. Angka itu berbanding terbalik dengan kondisi di Kecamatan Batang yang tingkat keterlayanan air bersihnya sudah menembus lebih dari 90 persen. Untuk tahun ini, Perumda menargetkan penambahan riil sedikitnya 2.000 pelanggan baru yang tersebar di seluruh unit pelayanan cabang.
“Masih membutuhkan ya, artinya penambahan pelanggan dengan jumlah baru 62.000. Kalau secara umum atau konsolidasinya kan baru sekitar 35 persen itu. Cuma memang untuk di Kecamatan Batang ini sudah di atas 90 persen,” ujar Direktur Umum Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Sys Mandayun, Senin (15/6).
Baca Juga:DPRD Batang Soroti SILPA Rp196 Miliar, Bupati Faiz: Itu Antisipasi Pemangkasan Anggaran 2026DBHCHT Kendal Dipangkas 50%, Bupati Minta Verifikasi BLT Petani Tembakau Diperketat
Menurut Sys, rendahnya cakupan di sejumlah kecamatan bukan semata karena minimnya jaringan distribusi. Banyak masyarakat di wilayah pinggiran masih memiliki akses sumber air mandiri yang dianggap mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Kita berharap sih dari cabang-cabang lain. Cuma memang karena di kecamatan-kecamatan itu mereka tersedia sumber air yang mencukupi untuk digunakan masyarakat,” katanya.
Namun bagi Perumda, tantangan terbesar bukan sekadar memperluas jaringan distribusi. Kunci utama justru berada pada ketersediaan sumber air baku. Terlebih, 15 titik sumber air yang dimiliki Perumda dinilai belum cukup untuk menyambut kawasan hunian baru yang terus meningkat.
“Kalau soal penambahan sumber itu kita tidak harus menunggu pelanggan. Justru kunci utama kita itu ada di sumber air. Karena memang itulah bahan pokok yang harus benar-benar kita persiapkan,” tegas Sys.
Sayangnya, berbagai kendala masih menghambat upaya penambahan sumber air, mulai dari persoalan sosial hingga kebutuhan investasi yang besar.
“Belum tentu masyarakat yang memiliki sumber itu mau melepas atau memberikan kepada Perumda,” ungkapnya.
Kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat Perumda tetap berusaha menjaga kemandirian pembiayaan investasi. Sys menyadari bahwa APBD Kabupaten Batang belum dalam posisi leluasa, sehingga pihaknya berupaya mandiri dengan dana yang ada untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan investasi.
