PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pekalongan terus mentransformasi diri menjadi pusat literasi dan ruang pembelajaran bagi masyarakat. Berbagai layanan dan kegiatan edukatif dikembangkan agar perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca dan meminjam buku.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Gufron Faza, melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Mahfud, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan perpustakaan terus meningkat. Permintaan kunjungan dari lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TK, hingga SD, bahkan cukup tinggi.
“Alhamdulillah kunjungan perpustakaan daerah mengalami peningkatan. Permintaan dari PAUD, TK, bahkan SD cukup banyak sehingga kami sampai kewalahan membagi jadwal kunjungan,” katanya.
Baca Juga:KPK Periksa 14 Saksi Kasus Fadia Arafiq di Mapolres Pekalongan Kota Selama Tiga HariDPD Juleha Pekalongan Gelar Bimtek Sembelih Domba, Target Satu Masjid Satu Juru Sembelih Halal
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinarpus menyediakan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Anak-anak PAUD dan TK dapat memanfaatkan ruang khusus di lantai satu, sementara siswa SD dan SMP dapat mengikuti kegiatan pemutaran film edukatif di lantai tiga. Selain pelajar, perpustakaan juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan mahasiswa untuk keperluan penelitian dan studi literatur.
Dinarpus juga membuka layanan peminjaman ruangan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi, pelatihan, atau pertemuan komunitas. Tidak hanya melayani di gedung perpustakaan, Dinarpus juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling yang menjangkau sejumlah lokasi, termasuk lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.
Hingga triwulan pertama tahun 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan tercatat mencapai sekitar 2.000 pengunjung. Dinarpus menargetkan jumlah kunjungan mencapai 6.000 orang hingga akhir tahun.
Menurut Mahfud, berbagai inovasi layanan tersebut merupakan upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang edukasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Harapannya, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, minat baca masyarakat semakin meningkat dan budaya literasi di Kota Pekalongan semakin kuat,” tandasnya. (nul)
