Kepala Disperpuska Batang, Budiono, pun mengapresiasi perkembangan literasi dari generasi baru ini. Namun ia berharap literasi itu tidak berhenti pada sekadar membaca teks, tetapi bisa berdampak lebih luas bagi pelajar maupun masyarakat, terutama dalam membentuk pola pikir dan karakter.
“Maka silakan pahami apa yang menjadi minat adik-adik, kejar dan wujudkan itu dengan terus belajar, baik dari buku, cari inspirasi di media sosial, untuk meningkatkan skill,” pesannya kepada para peserta lomba.
Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia, khususnya Gen Alpha, memiliki potensi besar dalam dunia literasi. Dengan bimbingan yang tepat dan akses yang semakin luas, mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kaya akan wawasan dan pemikiran kritis. (sef)
