KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Musibah kebakaran yang melanda Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menyisakan duka mendalam bagi tujuh kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal. Namun, di tengah musibah tersebut, solidaritas masyarakat mulai terlihat melalui berbagai bantuan yang mengalir ke lokasi kejadian.
Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, Faris Maulana, bersama seluruh kepala SPPG, staf, dan Paguyuban Mitra BGN Kabupaten Kendal, menyalurkan bantuan berupa beras, telur, mi instan, perlengkapan mandi, perlengkapan kebersihan, serta uang tunai. Penyaluran dilakukan melalui Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, pada Rabu (12/8/2026) untuk diteruskan kepada keluarga korban.
Faris menegaskan bahwa kehadiran BGN tidak hanya terbatas pada program pemberian makanan bergizi gratis, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Baca Juga:Sambut HUT RI ke-81, Atlet Cilik Tk Aisyiyah Adu Keterampilan FutsalPanen Keempat Padi Biosalin di Lahan Rob, Produktivitas Tembus 6,6 Ton
“Ini bukan sekadar memberikan makanan bergizi gratis. Kami hadir ketika masyarakat membutuhkan, termasuk saat terjadi musibah. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban para sohibul musibah,” tegas Faris.
Ia berharap kepedulian ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat lain untuk turut bergerak dan bergotong royong membantu para korban. Sementara itu, Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Pihaknya telah menyediakan sejumlah nomor rekening sebagai kanal penyaluran bantuan.
“Setiap uang yang masuk tetap harus disertai bukti transfer dan dilakukan checklist melalui saya. Ini penting agar seluruh donasi dari berbagai rekening bisa terdata dan terkontrol dengan baik,” kata Heru.
Heru menyebutkan bahwa sementara ini terdapat lima rumah yang mengalami kerusakan 100 persen dan dihuni oleh tujuh KK. Selain itu, sejumlah bangunan lain juga mengalami kerusakan sekitar 30 persen, sehingga total terdapat sembilan bangunan yang terdampak.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Percikan api diduga pertama kali muncul dari kamar milik Soekirno, rumah nomor tiga dari sisi barat yang juga digunakan sebagai kios pupuk subsidi.
Salah satu korban, Akhmad Dakirin (42), menceritakan detik-detik kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu ia sedang berada di sawah dan melihat kepulan asap hitam sebelum bergegas pulang.
