Sensus Ekonomi 2026 Kendal Capai 86,67%, BPS Genjot Pendataan

Sensus Ekonomi 2026 Kendal Capai 86,67%, BPS Genjot Pendataan
ABDUL GHOFUR. TEMPEL STIKER - Petugas Sensus Ekonomi menempelkan stiker pada salah satu rumah setelah melakukan wawancara dengan pemilik rumah, Selasa (11/8/2026)
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKLONGAN.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal terus mempercepat proses pendataan Sensus Ekonomi 2026. Dengan mengerahkan 949 petugas, pendataan yang dilakukan secara door to door ini ditargetkan tuntas dengan kualitas data yang optimal.

Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi, menyampaikan bahwa capaian 86,67 persen tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh petugas di lapangan.

Dari total petugas yang diterjunkan, terdiri atas 830 Petugas Pendata Lapangan (PPL), 114 Petugas Pengawas Lapangan (PML), serta lima petugas khusus yang menangani pendataan Usaha Besar (UB).

Baca Juga:Sambut HUT RI ke-81, Atlet Cilik Tk Aisyiyah Adu Keterampilan FutsalPanen Keempat Padi Biosalin di Lahan Rob, Produktivitas Tembus 6,6 Ton

“Alhamdulillah, sampai Senin pagi capaian pendataan sudah mencapai 86,67 persen. Ini hasil kerja keras seluruh petugas dan dukungan berbagai pihak. Namun pekerjaan belum selesai. Seluruh cakupan harus dituntaskan dengan kualitas data yang baik,” tegas Ade Sandi saat menerima kunjungan media di Kantor BPS Kabupaten Kendal, Selasa (11/8/2026).

Ade mengungkapkan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal menjadi salah satu faktor kunci dalam kelancaran pelaksanaan SE2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui surat edaran Bupati Kendal yang ditujukan kepada jajaran pemerintah daerah hingga aparatur di bawahnya serta masyarakat.

“Dukungan pemerintah daerah sangat kami rasakan. Surat edaran Bupati Kendal memberikan penguatan luar biasa bagi petugas ketika berada di lapangan,” ungkapnya.

Kolaborasi juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemkab Kendal, DPRD, Forkopimda, organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan NU, BGN, Kadin, Gapensi, PHRI, IDI, Kementerian Agama, hingga pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK) dan administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kolaborasi menjadi kata kunci. Sensus Ekonomi bukan hanya pekerjaan BPS, tetapi tanggung jawab bersama karena hasilnya akan digunakan untuk pembangunan Kendal dan Indonesia,” tegas Ade.

Untuk mempercepat pendataan sekaligus meningkatkan respons dari pelaku usaha, BPS Kabupaten Kendal menjalankan inovasi bernama NGIBAR (Ngisi Bareng). Program ini memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha saat mengisi data SE2026.

Strategi ini juga diterapkan kepada para tenant di Kawasan Industri Kendal (KIK) melalui kolaborasi antara BPS, pengelola KIK, dan administrator KEK. Hasilnya, tingkat pemasukan atau submit data tenant KIK telah mencapai sekitar 98 persen.

0 Komentar