Taman Tematik KEK Batang Hadirkan Amphitheater 1.000 Orang dan Pemandangan Sunset

Taman Tematik KEK Batang Hadirkan Amphitheater 1.000 Orang dan Pemandangan Sunset
DOK. ISTIMEWA, RUANG PUBLIK BARU - Foto Taman Tematik KEK Industropolis Batang yang menghadirkan ruang publik baru bernuansa alam dan industri.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyiapkan ruang publik baru berupa Taman Tematik yang memadukan lanskap pesisir, ruang terbuka hijau, dan kawasan industri modern. Berlokasi di dekat gerbang Tol Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), taman ini direncanakan menjadi destinasi rekreasi sekaligus ikon baru Kabupaten Batang yang menyuguhkan suasana berbeda dari kawasan industri pada umumnya.

Menjelang petang, pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam dengan latar hamparan Laut Jawa, aktivitas pelabuhan, serta lalu lalang kereta api yang menjadi daya tarik tersendiri. Perpaduan antara alam dan aktivitas industri ini diharapkan mampu memberikan pengalaman unik bagi masyarakat yang berkunjung.

Kepala Departemen Corporate Communication and CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengatakan Taman Tematik dibangun sebagai bagian dari konsep kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang nyaman dan ramah lingkungan.

Baca Juga:Kota Pekalongan Raih Pendanaan GCF USD9 Juta untuk Ketahanan IklimBMKG Imbau Warga Jateng Waspada Dampak El Nino hingga Akhir 2026

“Meski belum dibuka secara resmi untuk masyarakat umum, kawasan ini direncanakan segera beroperasi sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan,” ujarnya saat ditemui di Kantor KEK Industropolis Batang, Senin (6/7).

Beragam fasilitas telah disiapkan untuk menunjang aktivitas masyarakat. Mulai dari jogging track, area duduk, titik swafoto, toilet, hingga stop kontak di sejumlah titik agar pengunjung dapat mengisi daya perangkat elektronik saat berada di kawasan tersebut.

Taman Tematik juga dirancang dengan mengangkat karakter pesisir serta kekayaan budaya lokal Batang. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan identitas kawasan industri yang modern sekaligus tetap berakar pada lingkungan dan budaya setempat.

Menurut Tanya, taman itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai olahraga, senam bersama, pertunjukan seni, konser musik, hingga aktivitas komunitas.

Salah satu fasilitas unggulan yang menjadi pusat perhatian adalah amphitheater terbuka berkapasitas sekitar 1.000 orang. Area tersebut didesain sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus taman ekologi yang menghubungkan aktivitas publik dengan suasana alam.

“Kami berupaya menciptakan pengalaman ruang yang saling terhubung. Tujuannya menjaga fleksibilitas fungsi ruang sekaligus menghadirkan lingkungan yang alami, asri, dan hidup bagi masyarakat,” jelasnya.

0 Komentar