Karang Taruna Kendal Latih Pemuda Budikdamber, Target Ketahanan Pangan dan Wirausaha

Karang Taruna Kendal Latih Pemuda Budikdamber, Target Ketahanan Pangan dan Wirausaha
ABDUL GHOFUR, PENYERAHAN - Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, bersama Kepala Dinlutkan Kendal, Hudi Sambodo, menyerahkan seperangkat sarana praktik budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) kepada peserta pelatihan di Kendal, Selasa (7/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menggagas pelatihan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) bagi anggota Karang Taruna untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi kalangan pemuda.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kecamatan Rowosari, Selasa (7/7/2026), diikuti perwakilan Karang Taruna dari lima kecamatan, yakni Rowosari, Gemuh, Weleri, Kangkung, dan Cepiring. Masing-masing kecamatan mengirimkan peserta dari 10 desa. Program tersebut direncanakan diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal.

Nattaya mengatakan budikdamber dipilih karena mudah diterapkan di lingkungan rumah, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta mampu menghasilkan sumber pangan bergizi bagi keluarga.

Baca Juga:9 Partai di Pekalongan Mutakhirkan Data di SIPOL, 67 Lainnya Belum Perbarui InformasiHaul Mbah Dowo di kompleks Gereja Katolik Batang kisah toleransi yang terjaga turun-temurun

“Salah satu program nasional adalah ketahanan pangan. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok, termasuk ikan, terus mengalami kenaikan. Kami ingin teman-teman Karang Taruna memiliki keterampilan membudidayakan ikan sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sekaligus menjadi sumber mata pencaharian,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta memperoleh paket sarana dan prasarana berupa ember, benih ikan lele, pakan, dan probiotik untuk langsung memulai budidaya di rumah masing-masing.

Nattaya berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan.

“Saya berharap ini tidak hanya semangat di hari pertama. Embernya dirawat, ikannya dipelihara sampai panen. Harapannya teman-teman Karang Taruna menjadi lebih produktif, mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bahkan melahirkan wirausaha baru di bidang budidaya ikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menyebut pelatihan budikdamber menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat yang hingga kini masih tergolong rendah.

Menurut Hudi, angka konsumsi ikan di Kabupaten Kendal baru mencapai sekitar 34 kilogram per kapita per tahun, masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

“Budidaya ikan dalam ember ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Cukup menggunakan ember, masyarakat sudah bisa membudidayakan ikan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, bahkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan,” kata Hudi.

0 Komentar