Dekopinda Kendal Dorong Koperasi Perkuat Mitigasi Risiko di Tengah Maraknya Pinjaman Digital

Dekopinda Kendal Dorong Koperasi Perkuat Mitigasi Risiko di Tengah Maraknya Pinjaman Digital
ABDUL GHOFUR, MITIGASI - Ketua Dekopinda Kendal Haji Tardi menyampaikan materi mitigasi risiko pada Sarasehan Koperasi di Kendal, Selasa (7/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Penguatan mitigasi risiko menjadi kunci utama bagi koperasi dalam menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kendal mendorong seluruh koperasi di wilayahnya untuk memperketat seleksi calon peminjam serta memanfaatkan teknologi digital dalam proses analisis kelayakan kredit.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekopinda Kendal, Haji Tardi, dalam acara Sarasehan dan Temu Usaha Koperasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Mitigasi Risiko Tata Kelola Koperasi di Gedung Dekopinda Kendal, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam mengelola risiko pembiayaan agar terhindar dari kerugian akibat kredit macet.

Menurut Tardi, penerapan mitigasi risiko secara sistematis memungkinkan koperasi mengetahui kondisi keuangan calon peminjam sejak awal. Informasi penting yang perlu dilacak meliputi riwayat pinjaman di lembaga keuangan lain, termasuk pinjaman online (pinjol) yang saat ini semakin marak. Data tersebut menjadi dasar krusial dalam menentukan kelayakan pemberian kredit.

Baca Juga:Dishub Batang Gencar Sosialisasi Aturan Sepeda Listrik, Anak Usia Sekolah Jadi Sasaran UtamaPlt Kemenag Batang: Ditjen Pesantren Jadi Momentum Perbaikan Nasib Ustaz TPQ

“Koperasi harus mampu melakukan mitigasi agar terhindar dari kerugian dan kredit macet. Data keuangan anggota harus menjadi pertimbangan sebelum pinjaman disetujui,” tegasnya.

Tardi menjelaskan bahwa perkembangan layanan pinjaman digital yang pesat membuat masyarakat semakin mudah mengakses pembiayaan dari berbagai lembaga. Kemudahan ini, di satu sisi, memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi di sisi lain meningkatkan risiko gagal bayar apabila koperasi tidak memiliki sistem verifikasi yang memadai. Anggota yang memiliki banyak tanggungan pinjaman di tempat lain berpotensi mengalami kesulitan membayar kewajibannya, yang pada akhirnya merugikan koperasi.

Melalui pelatihan ini, lanjut Tardi, para pengurus koperasi diperkenalkan pada aplikasi dan sistem yang dapat membantu menelusuri data pinjaman anggota. Dengan demikian, keputusan pembiayaan dapat diambil secara lebih akurat, transparan, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal, Jumaiyah, menegaskan bahwa mitigasi risiko merupakan bagian integral dari tata kelola koperasi yang sehat. Pengelolaan risiko yang baik tidak hanya melindungi aset koperasi, tetapi juga menjaga kepercayaan anggota yang telah menitipkan dananya.

0 Komentar