Hasil Observasi Dokter Jiwa: Pelaku Penusukan Maut di Tratebang Alami Gangguan Jiwa

Hasil Observasi Dokter Jiwa: Pelaku Penusukan Maut di Tratebang Alami Gangguan Jiwa
HADI WALUYO, RAPAT LINTAS SEKTORAL - Satreskrim Polres Pekalongan gelar rapat lintas sektoral untuk menyikapi keluarnya hasil observasi dokter spesialis kejiwaan terhadap terduga pelaku penusukan maut di Desa Tratebang.
0 Komentar

“Dihadiri dari Dinkes, Kepala Puskesmas Wonokerto, Pak Kades, dan pihak keluarga,” ujarnya.

Morreta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, Safari akan menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa terlebih dahulu. Setelah dinyatakan stabil dan diperbolehkan oleh tim medis RSJ, baru kemudian Dinas Sosial akan merujuknya ke panti rehabilitasi sosial untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Intinya memang yang bersangkutan dinyatakan ODGJ dan dari Dinkes akan merujukkan ke RSJ terlebih dahulu sampai dinyatakan diperbolehkan untuk direhabilitasi. Kemudian dari Dinsos akan merujukkan ke panti setelah mendapatkan rekomendasi dari RSJ,” jelas Morreta.

Baca Juga:Polres Pekalongan Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Cegah KebakaranBPS Batang Datangi Pasar Limpung, Pedagang Bingung karena Sudah Didata di Rumah

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi medis Safari. Seluruh pihak, mulai dari puskesmas, Dinas Sosial, pemerintah desa, hingga keluarga akan berupaya maksimal menangani yang bersangkutan, mengingat kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pengobatan medis.

“Puskesmas, Dinsos, pemerintah desa, dan keluarga akan berupaya semaksimal mungkin menangani yang bersangkutan. Karena memang saat ini yang paling dibutuhkan adalah pengobatan medisnya,” katanya.

Adapun terkait proses hukum kasus tersebut, Morreta menyebut hal itu menjadi kewenangan kepolisian. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Pekalongan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai aspek hukum dari peristiwa yang menewaskan Ruwah (68) dan melukai Darmanah (37) tersebut.

“Untuk permasalahan hukumnya nanti bisa dijelaskan langsung dari Polres,” pungkasnya.

Disinggung mengenai kondisi korban selamat, Darmanah, Pronisah menyampaikan bahwa kesehatannya kini telah pulih. Ia telah beraktivitas normal kembali setelah menjalani perawatan pasca-insiden penusukan yang terjadi di halaman rumah mereka pada Selasa (23/6/2026) sore.

“Alhamdulillah kondisinya sudah baik. Sudah beraktivitas,” terang dia.

Sebelumnya diketahui, Safari diduga menusuk kakak iparnya, Ruwah (68), hingga meninggal dunia serta melukai Darmanah (37) di halaman rumah mereka di Desa Tratebang. Terduga pelaku dan kedua korban selama ini tinggal dalam satu rumah.

Warga Desa Tratebang sendiri mengaku trauma atas kejadian berdarah tersebut. Mereka merasa was-was jika pelaku kelak kembali ke desa dan berpotensi mengulangi perbuatannya. Salah seorang tokoh warga, Sunardi, menyebut pelaku selama ini kerap membuat keonaran karena kondisi kejiwaannya yang tidak terawat.

0 Komentar