KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Perkembangan baru terungkap dalam penanganan kasus penusukan maut yang terjadi di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. Hasil observasi dari dokter spesialis kejiwaan terhadap terduga pelaku, Safari (62), telah keluar dan menyatakan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, Safari akan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJ) sebelum nantinya dirujuk ke panti rehabilitasi sosial. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Mapolres Pekalongan pada Selasa (7/7/2026).
Kepala Desa Tratebang, Pronisah, kepada Radar Pekalongan pada Kamis (9/7/2026), mengungkapkan bahwa hasil observasi telah keluar dan langsung menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai unsur terkait.
Baca Juga:Polres Pekalongan Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Cegah KebakaranBPS Batang Datangi Pasar Limpung, Pedagang Bingung karena Sudah Didata di Rumah
“Hasil dari observasinya sore tadi keluar. Nanti rencana mau dirawat di RSJD untuk pengobatan. Setelah itu dibantu Dinsos untuk dicarikan panti rehabilitasi,” ujar Pronisah.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pihak puskesmas, hingga keluarga pelaku. Pertemuan itu bertujuan untuk menentukan langkah penanganan terbaik bagi Safari, mengingat kondisi kejiwaannya yang memerlukan perhatian khusus.
“Tadi itu rapat koordinasi untuk kesiapan tindak lanjutnya mau dibawa ke mana. Minta masukan dari Dinsos, dari Dinkes juga. Alhamdulillah komunikasinya baik dengan semua pihak, termasuk keluarga,” katanya.
Pronisah mengungkapkan bahwa keluarga pelaku maupun warga Desa Tratebang berharap Safari tidak kembali lagi ke desa setelah menjalani rangkaian penanganan. Keinginan ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran atas potensi gangguan yang dapat ditimbulkan jika pelaku kembali ke lingkungan masyarakat.
“Keluarga memang maunya jangan kembali ke rumah. Saya juga minta tolong supaya tidak meresahkan warga dan masyarakat lagi,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan riwayat medis yang dimiliki, Safari memang telah lama mengalami gangguan kejiwaan. Kondisi ini sebelumnya tidak tertangani dengan baik sehingga diduga menjadi pemicu terjadinya peristiwa penusukan yang menewaskan kakak iparnya sendiri.
“Memang riwayat medisnya juga sudah ODGJ sejak lama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Morreta Lorent, membenarkan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi bersama Polres Pekalongan. Ia menyebut rapat tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Wonokerto, Kepala Desa Tratebang, serta keluarga pelaku.
