“Senang bisa mendapat kesempatan mengikuti pelatihan barista ini. Selain mendapatkan pengalaman, saya juga memperoleh ilmu yang nantinya bisa digunakan untuk berwirausaha.” Ungkapan tersebut disampaikan Vania (19), peserta penyandang tuli yang mengikuti pelatihan dengan penuh semangat.
Semangat yang sama juga dirasakan Ahmad (18). Menurutnya, pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah keterampilan sekaligus memperluas relasi dengan peserta lain dari berbagai latar belakang.
“Senang bisa bertemu teman baru, suasananya menyenangkan. Harapannya setelah pelatihan ini potensi kami sebagai generasi muda semakin berkembang. Terima kasih kepada instruktur, semoga dapat memberikan materi dengan baik,” tandasnya.
Baca Juga:KONI Pekalongan Gandeng UIN Gus Dur, Matangkan Persiapan PORSI II PTKIN Se-Jawa-Madura192 Siswa Baru SMPN 2 Batang Terima Seragam Gratis, Orang Tua Lega Beban Berkurang
Dengan adanya pelatihan barista ini, diharapkan para peserta, khususnya penyandang tuli dan anak tidak sekolah, dapat memiliki keterampilan yang mandiri dan mampu menciptakan peluang usaha di bidang industri kopi yang terus berkembang. (nul)
