Penyandang Tuli-ATS Antusias Ikuti Pelatihan Barista di SKB Pekalongan

Penyandang Tuli-ATS Antusias Ikuti Pelatihan Barista di SKB Pekalongan
ISTIMEWA, PELATIHAN - Sebanyak 15 peserta yang telah lolos proses rekrutmen dan seleksi mengikuti pelatihan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 15 peserta yang telah lolos proses rekrutmen dan seleksi mengikuti pelatihan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan yang berlangsung pada 6 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Program ini menyasar anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS) serta masyarakat usia produktif yang membutuhkan bekal kecakapan kerja dan kewirausahaan.

Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis sebagai barista, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.

Baca Juga:KONI Pekalongan Gandeng UIN Gus Dur, Matangkan Persiapan PORSI II PTKIN Se-Jawa-Madura192 Siswa Baru SMPN 2 Batang Terima Seragam Gratis, Orang Tua Lega Beban Berkurang

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat di sektor ekonomi kreatif.

“Melalui Program Kecakapan Wirausaha ini, kami ingin memberikan bekal pengetahuan, keterampilan teknis, sekaligus menumbuhkan sikap mental wirausaha yang kuat. Harapannya, setelah pelatihan peserta mampu merintis dan mengembangkan usaha kopi secara profesional sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta akan mendapatkan materi pengembangan karakter dan kewirausahaan yang komprehensif. Materi tersebut meliputi motivasi usaha, etika bisnis, pengelolaan keuangan, strategi akses permodalan, hingga pemasaran produk.

Sementara dari sisi teknis, peserta dibekali kemampuan memilih biji kopi lokal, teknik manual brewing, penggunaan grinder, pembuatan minuman berbasis espresso dan susu, serta seni penyajian (coffee art).

“Target kami, peserta tidak hanya terampil meracik kopi, tetapi juga mampu mengelola usaha, menyusun pencatatan keuangan dengan baik, dan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka,” tandasnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari SKB Kota Pekalongan sebagai bukti kompetensi.

Mereka juga menerima stimulan rintisan usaha berupa paket alat kerja mandiri, meliputi manual brew kit, grinder, timbangan, serta stok bahan baku awal agar dapat langsung memulai usaha setelah pelatihan selesai.

Baca Juga:Cegah Perundungan Sejak MPLS, FKUB Batang Tanamkan Nilai Toleransi di SekolahOJK Jateng Cetak 80 Kader Fatayat NU Jadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan

Untuk mendukung keberlanjutan usaha para lulusan, SKB Kota Pekalongan bekerja sama dengan PT BPR Bank Pekalongan dalam penyediaan akses permodalan bagi lulusan yang memiliki usaha layak dan tervalidasi.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

0 Komentar