OJK Jateng Cetak 80 Kader Fatayat NU Jadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan

OJK Jateng Cetak 80 Kader Fatayat NU Jadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan
IST, DUTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah resmi mencetak Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) dari kalangan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah.
0 Komentar

SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah resmi mencetak Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) dari kalangan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang berlangsung di Semarang pada 11–12 Juli 2026.

Pelatihan ini diikuti oleh 80 kader Fatayat NU dari berbagai tingkatan, mulai dari Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, hingga perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Baca Juga:Perwal Baru TPI Pekalongan Terbit, Ikan Rusak Dilarang DilelangTabrak Lari di Langenharjo, Pembonceng Motor Tewas, Polisi Buru Pelaku

Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen edukasi keuangan yang bergerak langsung di lingkungan keluarga dan masyarakat akar rumput, sehingga pesan literasi keuangan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengungkapkan bahwa kader Fatayat NU memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarkan pemahaman keuangan kepada masyarakat. Kehadiran mereka di tengah komunitas menjadi modal penting untuk mengedukasi masyarakat secara langsung.

“Melalui Program DILAN, kami ingin mencetak penggerak literasi yang mampu menyampaikan edukasi keuangan secara sederhana. Tujuannya agar masyarakat semakin cakap mengelola keuangan, tepat memilih produk jasa keuangan, serta terhindar dari berbagai risiko,” ujar Hidayat, Sabtu (11/7).

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainnah, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Menurutnya, kemitraan dengan OJK menjadi langkah maju dalam memberdayakan kader Fatayat untuk berkontribusi di bidang literasi keuangan masyarakat.

“Selama dua hari, para peserta dibekali berbagai materi krusial. Mulai dari pengelolaan keuangan bijak, waspada investasi dan pinjol ilegal, judi online, hingga pengenalan sistem pelindungan konsumen seperti APPK, SLIK, dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC),” jelasnya.

Selain materi dari OJK, para peserta juga mendapatkan pemaparan dari Bank Indonesia terkait QRIS dan kampanye Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Sinergi juga hadir dari berbagai industri jasa keuangan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), BPJS Kesehatan, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Pegadaian, yang turut memberikan wawasan tentang produk dan layanan keuangan formal.

Baca Juga:Libur Sekolah dan MBG Rehat, Harga Ayam dan Telur di Batang Turun SignifikanBawaslu Batang Gandeng Pramuka, Siapkan Kader Muda Pengawas Pemilu 2029

Dengan dibekalinya 80 kader Fatayat NU sebagai Duta Literasi dan Inklusi Keuangan, diharapkan gerakan literasi keuangan di Jawa Tengah semakin masif dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, cakap, dan terlindungi dalam mengelola keuangan. (Anang)

0 Komentar