Bawaslu Batang Gandeng Pramuka, Siapkan Kader Muda Pengawas Pemilu 2029

Bawaslu Batang Gandeng Pramuka, Siapkan Kader Muda Pengawas Pemilu 2029
NOVIA ROCHMAWATI, EDUKASI KEPEMILUAN - Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Batang, Sabtu (11/7/2026).
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang menggandeng generasi muda melalui Saka Adhyasta Pemilu untuk memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Batang, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini diikuti oleh 40 anggota Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Batang. Mereka merupakan generasi muda terpilih yang akan dibekali pengetahuan dan keterampilan pengawasan pemilu agar mampu menjadi agen demokrasi di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:Becak Putar Balik di Lokasi Terlarang, Tiga Truk Alami Kecelakaan Karambol di Pantura KendalForum Anak Batang Hadirkan Permainan Tradisional di CFD, Ajak Anak Lawan Kecanduan Gawai

Sekretaris Kwarcab Batang, Kak Supri Irianto, yang mewakili Ketua Kwarcab Batang, Kak Retno Dwi Irianto, menyampaikan bahwa Pramuka memiliki nilai-nilai dasar berupa pengabdian, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama yang selaras dengan semangat pengawasan Pemilu. Nilai-nilai kepramukaan ini menjadi modal penting bagi kader muda dalam menjalankan peran pengawasan.

“Pramuka harus siap menghadapi berbagai kondisi. Jiwa kepramukaan mengajarkan kita untuk selalu tangguh, peduli, dan mampu bekerja sama demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Pemilu yang bermartabat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda. Ia mengingatkan bahwa peran generasi muda tidak boleh hanya sebatas menjadi pemilih.

“Jangan hanya dimaknai sebagai pemilih. Generasi muda adalah penentu dan penunjuk arah. Mereka diharapkan menjadi kader-kader pengawas Pemilu yang mampu menjadi pencerah demokrasi dan bermitra bersama Bawaslu untuk mewujudkan Pemilu yang bermartabat,” katanya.

Sosiawan menyebut seluruh peserta P2P merupakan peserta terpilih yang akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas sebagai agen pengawasan partisipatif. Harapannya, mereka mampu menyebarkan kesadaran demokrasi dan pentingnya pengawasan pemilu di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Batang, Mahbrur, menambahkan bahwa kegiatan P2P merupakan bagian dari strategi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan legitimasi penyelenggaraan Pemilu. Dengan melibatkan generasi muda, pengawasan pemilu diharapkan semakin partisipatif dan berkelanjutan.

0 Komentar