Forum Anak Batang Hadirkan Permainan Tradisional di CFD, Ajak Anak Lawan Kecanduan Gawai

Forum Anak Batang Hadirkan Permainan Tradisional di CFD, Ajak Anak Lawan Kecanduan Gawai
NOVIA ROCHMAWATI, DOLANAN ANAK - Forum Anak Batang saat memperkenalkan dolanan anak di kegiatan CFD Pemkab Batang
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Di tengah maraknya fenomena anak-anak yang kecanduan gim dan gawai, Forum Anak Kabupaten Batang menghadirkan permainan tradisional dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada generasi muda.

Beragam permainan jadul pun dihadirkan untuk mengisi waktu luang anak-anak yang hadir. Mulai dari dakon, engklek, egrang, yoyo, bola bekel, ular tangga, hingga lompat tali, semuanya dimainkan dengan antusias oleh anak-anak di bawah bimbingan anggota Forum Anak.

Baca Juga:Desak Sekda Dicopot, Koalisi Transparansi Pekalongan Gelar Aksi di Depan Kantor Setda dan DPRDPemkab Batang Genjot Pengembangan 5 Destinasi Wisata Prioritas Mulai Tahun Depan

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami bahwa bermain tidak selalu harus melalui perangkat digital. Aktivitas fisik seperti permainan tradisional justru mampu melatih interaksi sosial, kemampuan bekerja sama, serta mengasah kreativitas dan sportivitas.

Tak hanya sekadar mendampingi anak-anak bermain, anggota Forum Anak juga berperan aktif menjelaskan aturan main hingga mengedukasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap permainan. Nilai-nilai seperti sportivitas, kejujuran, kreativitas, dan kebersamaan menjadi pelajaran berharga yang ditanamkan melalui kegiatan ini.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang, Weni Ary Susanti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi anak dalam menghadirkan ruang positif bagi sesama anak.

Ia menegaskan bahwa permainan tradisional memiliki nilai pembelajaran karakter yang tidak kalah penting dibandingkan aktivitas modern.

“Kami ingin mengajak anak-anak kembali menikmati permainan yang sarat nilai edukasi, mempererat interaksi sosial, sekaligus melestarikan budaya bangsa. DP3AP2KB akan terus mendukung kegiatan yang ramah anak dan mendorong terwujudnya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak,” katanya.

Weni mencontohkan, permainan dakon misalnya, mengajarkan anak untuk menyusun strategi, berhitung, dan mengambil keputusan. Sementara permainan lain seperti engklek dan lompat tali melatih keseimbangan dan kekompakan.

“Melalui permainan, anak-anak belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta menghargai sesama,” jelasnya.

Baca Juga:Libur Panjang, Jumlah Penumpang KA di Stasiun Batang Melonjak 40 PersenDinarpus Pekalongan Hidupkan Permainan Tradisional, Liburan Anak Bebas Gawai

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Anak Batang, Putri Laelatul Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi upaya konkret untuk menjaga permainan tradisional agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan teknologi. Ia berharap melalui CFD, anak-anak seusianya dapat mengenal dan mencintai permainan tradisional.

0 Komentar