KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, menegaskan bahwa sekolah swasta dan madrasah saat ini menghadapi peluang emas untuk berkembang. Hal ini menyusul terbatasnya daya tampung sekolah negeri yang membuat lembaga pendidikan swasta menjadi pilar penting dalam memenuhi kebutuhan akses pendidikan masyarakat Kabupaten Kendal.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Kendal yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kendal, Sabtu (1/8/2026). Dalam forum tersebut, ia memaparkan data mengejutkan terkait kesenjangan antara jumlah lulusan SD dan kapasitas SMP negeri di Kendal.
“Pada tahun 2026, terdapat sekitar 27 ribu lulusan SD di Kabupaten Kendal. Namun, kapasitas SMP negeri hanya mampu menampung sekitar 9 ribu siswa. Ini membuka ruang yang sangat besar bagi sekolah swasta dan madrasah untuk mengambil peran strategis,” tegas Mahfud.
Baca Juga:Mahasiswa KKN Ajak Siswa MI Salafiyah Kuripan Lor Belajar Pilah SampahBupati Kendal Ikuti Jamasan Soko Guru Masjid Agung, Simbol Lestarikan Warisan Wali Songo
Menurutnya, pembangunan sekolah negeri baru tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui proses perencanaan, penganggaran, dan koordinasi lintas instansi yang panjang. Oleh karena itu, keberadaan sekolah swasta—termasuk lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU—menjadi mitra krusial pemerintah dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan.
Mahfud juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi LP Ma’arif NU Kendal dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.
Ia pun menyoroti pentingnya penguatan mutu jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), mengingat pengalaman pribadinya sebagai pendiri sekaligus kepala MTs selama sekitar satu setengah tahun membuatnya memahami betul tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Kendal, Khaeron, menjelaskan bahwa Rakerdin kali ini menjadi ajang evaluasi program tahun ajaran 2025/2026 sekaligus penyusunan agenda strategis untuk tahun ajaran 2026/2027. Salah satu fokus utama yang digariskan adalah percepatan digitalisasi tata kelola melalui Sistem Informasi Ma’arif NU Kendal (Simanuk).
“Simanuk mengintegrasikan data sekolah, peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan sehingga pelayanan dan pengambilan kebijakan menjadi lebih efektif dan terukur,” ujar Khaeron.
