KOTA, RADARPEKALONGAN.ID — Sebanyak 100 pengelola media sosial madrasah dan sekolah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) PCNU Kota Pekalongan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas digital.
Kegiatan yang digelar di SMK Syafi’i Akrom ini merupakan hasil kerja sama LP Ma’arif NU dengan Institut Widya Pratama (IWIMA) Kota Pekalongan sebagai upaya menjawab tuntutan era keterbukaan informasi.
Pelatihan yang berlangsung baru-baru ini tidak hanya diikuti oleh perwakilan dari madrasah dan sekolah binaan LP Ma’arif NU Kota Pekalongan, tetapi juga terbuka bagi sejumlah lembaga pendidikan lain yang masih berada dalam naungan Ma’arif. Hal ini menunjukkan komitmen luas dalam mendorong literasi digital di lingkungan pendidikan berbasis Islam.
Baca Juga:Bupati Kendal Ikuti Jamasan Soko Guru Masjid Agung, Simbol Lestarikan Warisan Wali SongoPeringatan HAN 2026, Wali Kota Semarang Dorong Anak Berani Bicara dan Lawan Kekerasan
Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kota Pekalongan, Muhamad Subhan, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan IWIMA merupakan langkah strategis untuk membekali para pengelola medsos dengan keterampilan teknis yang handal.
Menurutnya, di era digital saat ini, media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan etalase utama yang merepresentasikan citra dan kredibilitas lembaga pendidikan di mata publik.
“Kami ingin sekolah dan madrasah Ma’arif tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mempromosikan berbagai program dan prestasi secara profesional melalui kanal digital. Media sosial adalah jendela informasi yang harus dikelola dengan baik, mulai dari konten, branding, hingga etika komunikasi,” ujar Subhan.
Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, di mana masih banyak satuan pendidikan yang belum optimal dalam mengelola akun media sosialnya. Dengan pendampingan dari akademisi IWIMA yang kompeten di bidang teknologi dan sains, para peserta diharapkan mampu mengelola konten secara kreatif, informatif, dan konsisten.
Perwakilan Institut Widya Pratama, Widiono, menyambut baik sinergi ini sebagai wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa IWIMA siap mengerahkan tenaga pengajar terbaik untuk mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan Islam. Dengan pendekatan praktis dan aplikatif, kami harap peserta bisa langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat,” jelas Widiono.
