Libur Sekolah dan MBG Rehat, Harga Ayam dan Telur di Batang Turun Signifikan

Libur Sekolah dan MBG Rehat, Harga Ayam dan Telur di Batang Turun Signifikan
M. DHIA THUFAIL, TURUN HARGA - Seorang pedagang ayam potong tengah melayani pembeli. Selama liburan harga komoditas ini mengalami penurunan.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Libur sekolah selama tiga pekan yang berbarengan dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak pada pergerakan harga komoditas pangan di Kabupaten Batang.

Harga ayam potong dan telur ayam ras tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan, meskipun kondisi tersebut diperkirakan hanya berlangsung sementara hingga aktivitas sekolah dan program MBG kembali berjalan.

Fenomena ini justru menjadi berkah bagi para pedagang. Turunnya harga ayam dan telur berdampak positif terhadap peningkatan jumlah pembeli di pasaran.

Baca Juga:Becak Putar Balik di Lokasi Terlarang, Tiga Truk Alami Kecelakaan Karambol di Pantura KendalForum Anak Batang Hadirkan Permainan Tradisional di CFD, Ajak Anak Lawan Kecanduan Gawai

Masyarakat pun lebih leluasa membeli kebutuhan protein hewani tersebut karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Pedagang ayam potong di Pasar Batang, Yanti, mengungkapkan bahwa harga ayam sempat turun dari Rp38 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram selama masa libur sekolah. Penurunan harga tersebut ikut mendongkrak penjualan hariannya secara signifikan.

“Tiga minggu kemarin harga ayam turun. Alhamdulillah pembeli jadi lebih banyak. Kalau saat MBG berjalan sehari paling laku sekitar 10 kilogram, kemarin bisa sampai 15 kilogram terjual,” ujarnya saat ditemui di Pasar Batang, Jumat (10/7/2026).

Namun, kondisi itu mulai berubah menjelang dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar dan program MBG. Harga ayam potong perlahan merangkak naik dalam beberapa hari terakhir seiring dengan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor.

“Harga mulai naik sejak Rabu, naik Rp1.000 setiap hari. Sekarang sudah kembali Rp38 ribu per kilogram, bahkan kemungkinan Senin nanti menjadi Rp39 ribu per kilogram,” jelasnya.

Fenomena serupa juga terjadi pada komoditas telur ayam ras. Pedagang telur di Pasar Batang, Tion, mengatakan bahwa harga telur sempat turun menjadi Rp26 ribu per kilogram karena pasokan yang melimpah selama libur sekolah. Padahal sebelumnya, harga telur berada di kisaran Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

“Sementara ini masih Rp26 ribu per kilogram karena stok banyak. Tapi dari distributor sudah ada informasi harga akan naik lagi menjadi sekitar Rp29 ribu per kilogram,” katanya.

Baca Juga:Desak Sekda Dicopot, Koalisi Transparansi Pekalongan Gelar Aksi di Depan Kantor Setda dan DPRDPemkab Batang Genjot Pengembangan 5 Destinasi Wisata Prioritas Mulai Tahun Depan

Para pedagang memperkirakan kenaikan harga ayam dan telur akan terjadi seiring dengan dimulainya kembali Program Makan Bergizi Gratis dan aktivitas sekolah pada pekan depan.

0 Komentar