Transisi Nyaman dan Berkarakter, Gaya SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang Sambut Siswa Baru

Transisi Nyaman dan Berkarakter, Gaya SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang Sambut Siswa Baru
MALEKHA. MPLS - SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyambut tahun ajaran baru.
0 Komentar

KANDANG PANJANG, RADARPEKALONGAN.ID – SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyambut tahun ajaran baru.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk menciptakan masa transisi belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para siswa yang baru memasuki dunia sekolah dasar.

Pada tahun ajaran ini, sekolah menyambut 56 siswa baru yang terbagi ke dalam 2 rombongan belajar (rombel).

Baca Juga:Dukung Pengembangan Kampus UMKABA, Bupati Kendal Serahkan Hibah Rp5 Miliar untuk PDM KendalTak Kejar Wisata Massal, Desa Tombo Pilih Jaga Alam dan Kopi Lokal

Bergabungnya para siswa baru ini menggenapkan total seluruh siswa di SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang menjadi 278 anak. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan sekolah berbasis Islam tersebut.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang, Mubariyin, M.Pd., menjelaskan bahwa fokus utama MPLS tahun ini adalah pengenalan kebiasaan (habit) sekolah dan program harian.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter religius dan sosial siswa sejak dini, sejalan dengan visi sekolah mencetak generasi yang berakhlak mulia.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan transisi belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin mereka langsung merasa betah di lingkungan sekolah yang baru,” ujar Mubariyin, Selasa (15/7/2026).

Lebih lanjut, Mubariyin memaparkan berbagai pembiasaan positif yang mulai dikenalkan kepada siswa baru selama masa MPLS.

Di antaranya adalah kewajiban berangkat pagi dalam kondisi sudah berwudhu dari rumah, pelaksanaan sholat dhuha berjamaah, pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) pagi, serta gerakan Shodaqoh Dhuha yang menumbuhkan kepedulian sosial sejak usia dini.

Selain itu, sekolah juga mengenalkan program 7KAIH yang merupakan pengembangan dari konsep 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kerapian) dengan tambahan dimensi Keimanan, Kejujuran, Kelestarian, Keikhlasan, dan Keharmonisan.

Baca Juga:PLT Bupati Pekalongan: Alih Fungsi Sawah Harus Dikendalikan Demi Ketahanan PanganPlt Bupati Pekalongan Imbau Warga Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades Serentak 30 Desa

Program ini menjadi panduan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang holistik dan mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.

Penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari program nasional.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga diajarkan nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan berbagi.

“Melalui pengenalan habit harian seperti sholat dhuha, BTQ, hingga program MBG, kami berkomitmen untuk menanamkan penguatan karakter yang kuat pada diri siswa sejak hari pertama mereka bersekolah,” tambah Mubariyin.

0 Komentar