KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menggencarkan pengendalian alih fungsi lahan sawah guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang tengah menjadi prioritas pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengikuti pembinaan di Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga:Plt Bupati Pekalongan Imbau Warga Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades Serentak 30 DesaMTs NU 27 Jatipurwo Kembali Terbakar, Aula Hangus, Polisi Selidiki Aksi Pembakaran
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, tetapi juga mengevaluasi kebijakan pengendalian alih fungsi lahan pertanian di wilayah setempat.
Menurut Sukirman, mempertahankan luas lahan sawah produktif menjadi hal krusial agar pasokan pangan masyarakat tetap terjamin. Ia menekankan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat menggerus kapasitas produksi pertanian secara signifikan.
Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan terus melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkala. Hal ini penting agar kebijakan perlindungan lahan pertanian dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sukirman menambahkan, evaluasi tersebut sekaligus bertujuan menyelaraskan kebijakan daerah dengan program-program strategis dari pemerintah pusat.
Dengan adanya keselarasan itu, berbagai program di bidang pertanian dan ketahanan pangan diyakini dapat diimplementasikan secara lebih efektif di Kabupaten Pekalongan.
“Ada beberapa yang jadi fokus perhatian, di antaranya evaluasi pengendalian lahan fungsi sawah plus pengendalian sawah. Begitu kita evaluasi karena beberapa program yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat juga harus berjalan,” ujar Sukirman, saat ditemui usai kegiatan pembinaan, Kamis (16/7/2026).
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Baca Juga:Kebutuhan Welder di Batang Diprediksi Melonjak, Disnaker Siapkan Pelatihan Sesuai IndustriBupati Batang Luncurkan Sak Minggu Sak Buku, Bangun Budaya Literasi Sejak Dini
Selain mempertahankan luas areal persawahan, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan memberikan kepastian usaha bagi para petani di Bumi Bahari.
Ke depan, Pemkab Pekalongan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis, pengendalian alih fungsi lahan sawah yang konsisten akan mampu mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (yon)
