BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan (welder) diperkirakan akan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Batang.
Menyikapi hal itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang mulai memfokuskan pelatihan kerja yang selaras dengan kebutuhan perusahaan agar lulusan lebih mudah terserap di dunia kerja.
Kepala Disnaker Batang, Suprapto, mengatakan setiap program pelatihan yang digelar disusun berdasarkan kebutuhan riil industri yang terus berkembang. Dengan pola tersebut, peluang peserta untuk memperoleh pekerjaan dinilai jauh lebih besar dibandingkan dengan pelatihan yang tidak berbasis kebutuhan pasar.
Baca Juga:Kapolres Pekalongan Kota Sambangi Kodim dan Kejari, Pererat Sinergi Lintas InstitusiPenyandang Tuli-ATS Antusias Ikuti Pelatihan Barista di SKB Pekalongan
“Kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pengelasan ke depan akan semakin banyak. Karena itu kami terus menyiapkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kabupaten Batang,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disnaker Batang, Selasa (14/7).
Menurut dia, proses rekrutmen melalui Program Dapat Kerja (Dakker) berlangsung secara berkelanjutan dengan melibatkan perusahaan sebagai mitra strategis.
Hampir setiap pekan, Disnaker memfasilitasi pembekalan, asesmen, hingga seleksi calon tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
“Bahkan hari ini kami melakukan pembekalan dan asesmen bersama perusahaan. Dari sekitar 150 peserta yang mengikuti seleksi, kami berharap lebih dari 100 orang dapat diterima bekerja,” katanya.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan serapan tenaga kerja lokal di kawasan industri Batang. Saat ini, tenaga kerja asal Batang yang bekerja di kawasan industri telah mencapai sekitar 65 hingga 68 persen dari total kebutuhan tenaga kerja.
Meski demikian, Suprapto mengakui jumlah tenaga las yang kompeten masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus bertambah seiring masuknya investasi baru ke Kabupaten Batang.
Kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga terampil ini menjadi tantangan yang terus diupayakan penyelesaiannya.
Baca Juga:KONI Pekalongan Gandeng UIN Gus Dur, Matangkan Persiapan PORSI II PTKIN Se-Jawa-Madura192 Siswa Baru SMPN 2 Batang Terima Seragam Gratis, Orang Tua Lega Beban Berkurang
Instruktur Teknik Las Disnaker Batang, Fiki Bahar Sultan Tian, menjelaskan bahwa peserta pelatihan terlebih dahulu dibekali teknik dasar sebelum memasuki praktik lanjutan.
Materi yang diberikan meliputi teknik tarikan las, ayunan pengelasan, penyambungan, penebalan hasil las, hingga praktik posisi 1F dan 2F yang merupakan standar pengelasan dasar.
