Lazismu Kendal Bantu Gerobak dan Modal UMKM, Pasangan Gemuh Rintis Usaha Kuliner

Lazismu Kendal Bantu Gerobak dan Modal UMKM, Pasangan Gemuh Rintis Usaha Kuliner
ABDUL GHOFUR. PEMBERDAYAAN - Lazismu Kendal menyerahkan bantuan gerobak usaha dan modal UMKM kepada Bambang Sugiharto-Zalfah desa Sedayu Kecamatan Gemuh untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga, Rabu (5/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Lembaga filantropi Muhammadiyah, Lazismu Kendal, terus memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, giliran pasangan suami istri Bambang Sugiharto dan Zalfah, warga Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, yang menerima bantuan modal usaha dan gerobak etalase untuk memulai bisnis kuliner.

Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman penerima manfaat pada Rabu (5/8/2026) dan dilakukan langsung oleh Manajer Lazismu Kendal, Aofi AN Surya Madani. Program ini merupakan hasil sinergi antara Lazismu Kendal dan Lazismu Jawa Tengah dalam rangka memberdayakan mustahik melalui skema usaha produktif yang berkelanjutan.

Aofi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak bersifat konsumtif semata, melainkan dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk mendorong penerima manfaat keluar dari jeratan kemiskinan. Menurutnya, gerobak etalase yang diserahkan akan digunakan untuk berjualan aneka lauk-pauk guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi keluarga penerima.

Baca Juga:MWCNU Pekalongan Barat Beli Lahan Baru untuk Perluasan Kantor dan ParkirMusim Kemarau, 19 Karhutla Terjadi di Kendal Didominasi Akibat Bakar Sampah

“Kami berharap bantuan ini menjadi pintu awal bagi Bapak Bambang dan Ibu Zalfah untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Tujuan utama kami bukan hanya membantu hari ini, tetapi menciptakan kemandirian ekonomi sehingga mustahik memiliki penghasilan tetap dan kelak dapat menjadi muzaki yang membantu sesama,” tegas Aofi di sela-sela acara penyerahan.

Ia menambahkan, program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu prioritas Lazismu dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengarahkan dana umat menjadi modal produktif, lembaga ini berharap dampak sosial yang dihasilkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga secara berkesinambungan.

Lebih lanjut, Aofi mengungkapkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari seberapa banyak bantuan yang tersalurkan, melainkan dari sejauh mana usaha penerima manfaat dapat bertumbuh dan berkembang. Karena itu, Lazismu akan melakukan pemantauan serta pendampingan secara berkala agar usaha yang dirintis dapat terus maju.

Sementara itu, Bambang Sugiharto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini keinginan untuk membuka usaha terkendala oleh keterbatasan modal dan perlengkapan. Dengan adanya gerobak dan suntikan dana usaha, ia kini memiliki keyakinan untuk memulai usahanya.

0 Komentar