BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Batang tidak hanya mengandalkan prestasi akademik sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan. Lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah ini justru memberikan porsi besar bagi pengembangan minat dan bakat siswa melalui penyediaan 30 kegiatan ekstrakurikuler yang beragam.
Ratusan siswa madrasah tersebut dapat memilih aktivitas sesuai dengan passion dan kecenderungan masing-masing. Mulai dari olahraga, seni pertunjukan, teknologi digital, bahasa asing, hingga pendalaman keagamaan, semuanya tersedia sebagai sarana pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Kepala MTs Muhammadiyah Batang, Muhamad Akhirudin, menjelaskan bahwa kebijakan penyediaan ekstrakurikuler yang melimpah merupakan bentuk pengakuan madrasah terhadap keberagaman potensi anak didiknya. Menurutnya, tidak semua siswa memiliki keunggulan di bidang yang sama, sehingga madrasah perlu menyiapkan wadah yang inklusif dan variatif.
Baca Juga:Kades Pidodo Kulon Sampaikan Aspirasi Perbaikan Tanggul Bodri ke Bupati KendalPetani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono Batang
“Setiap anak terlahir dengan keistimewaan masing-masing. Ada yang berbakat di bidang sains, ada pula yang unggul dalam olahraga, seni, atau keterampilan teknis. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar mereka bisa mengeksplorasi dan mengasah potensi itu,” ujar Akhirudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan 30 ekstrakurikuler tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap kurikulum, melainkan cerminan komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan holistik. MTs Muhammadiyah Batang ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki percaya diri, kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Adapun ragam ekstrakurikuler yang tersedia meliputi Badminton, Panahan, Matematika Olimpiade, IPA, Desain Grafis, Sinematografi, Petanque, Fun Cooking, Sepak Bola, Tahfidz, Atletik, Coding, Tartil/Tilawah, Taekwondo, Karate, dan Teater.
Tidak hanya itu, madrasah juga membuka kegiatan Renang, Bola Basket, Tenis Meja, Pasukan Khusus Sekolah (PKS), PBB dan Paskibra, Public Speaking, English Club, Arabic Club, Matematika Dasar, BTA, Hizbul Wathan, Tapak Suci, Karya Ilmiah Remaja (KIR), serta Pencinta Alam.
Akhirudin mengungkapkan bahwa madrasah juga mendorong siswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Proses pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar siswa tidak hanya sekadar ikut serta, tetapi juga mampu berprestasi.
